Saturday, 23 August 2025

Korupsi: Rayap yang Menggerogoti Mimpi Indonesia Maju


Dipercayai atau tidak dan diakui atau tidak, satu kebenaran pahit: selama korupsi masih marak, Indonesia tak akan pernah menjadi negara berpenghasilan tinggi yang disebut negara maju. 

Semua mimpi besar itu — revolusi industri, lompatan teknologi, transformasi pendidikan, layanan kesehatan modern, dan lain-lain — hanya akan jadi wacana di atas kertas. Sebab dana untuk mewujudkannya sudah digerogoti lebih dulu, secara diam-diam, oleh mereka yang rakus dan tak tahu diri.

Negara berpenghasilan tinggi hanya bisa dicapai jika uang negara benar-benar sampai ke rakyat, bukan nyangkut di kantong pejabat. Jika korupsi tetap menjadi budaya, maka apa pun investasi, pembangunan, dan program besar hanya akan berakhir sebagai proyek bancakan.

Bangsa ini akan terus dibebani utang, rakyat akan terus disuruh sabar. Sementara para elit tetap bersenang-senang dengan hasil jarahan.

Maka jangan heran jika kemiskinan tetap menghantui, pendidikan tetap timpang dan fasilitas publik jauh dari layak. Ibarat kita sedang mencoba membangun gedung pencakar langit, tapi fondasinya terus digali dari bawah oleh korupsi yang tidak pernah berhenti.

Ah! Korupsinya cuma kecil kok. 'Jamak!', istilah remaja zaman dahulu. 

Korupsi tidak bisa ditawar-tawar. Entah satu juta atau miliaran bahkan triliunan, semuanya sama-sama merusak negara. Soal dosa, biarlah itu urusan dirinya dengan Tuhan. Tapi yakinlah tidak semua rakyat merelakan dan memaafkan pejabatnya korupsi uang negara.

Korupsi kecil itu seperti rayap. Sekilas tak terlihat, tapi pelan-pelan, habis juga satu tiang milik negara.

Kalau maling kecil dibiarkan, besok dia naik pangkat dan sampai ke puncak. Dari nyolong amplop, jadi nyolong dana proyek.

Yang lain kerja banting tulang, mereka tinggal bongkar brankas negara sambil bilang: demi pembangunan.

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung. Semoga bermanfaat!