Showing posts with label Hubungan International. Show all posts
Showing posts with label Hubungan International. Show all posts

Wednesday, 20 June 2012

Berita Bohong Kematian Husni Mubarak

Associated Press

Mantan Presiden Mesir Husni Mubarak, dikabarkan telah meninggal dunia, Selasa (19/6) waktu setempat. Demikian dikutip Reuters dari sumber kantor berita Mena, Mesir.

Mubarak dinyatakan telah meninggal dunia secara klinis oleh dokter yang merawatnya di rumah sakit.

Mubarak adalah mantan Presiden Mesir yang berkuasa selama lebih dari 30 tahun. Ia digulingkan oleh rakyat melalui aksi demonstrasi yang bertajuk Arab Spring, tahun 2011 lalu. 

Sumber lain mengatakan bahwa berita itu hanya rumor belaka.  Husni Mubarak kini dikabarkan hanya mengalami gangguan pernapasan dan tidak sadarkan diri. Hal itu disampaikan dua orang petugas keamanan dari pemberitaan yang sempat dirilis Reuters beberapa saat lalu.

Jenderal Said Abbas, anggota dewan militer menyatakan bahwa kondisi Mubarak saat ini sudah membaik. "Jadi pihak yang menyatakan dia telah meninggal adalah bohong."

Anggota militer lain sebelumnya menyatakan, "Mubarak telah mengalami hilang kesadaran dan perlu alat khusus untuk membantu pernafasannya."

Anggota Dewan Militer, Jenderal Mamdouh Shaheen menyatakan: "Dia (Mubarak) tidak meninggal sebagaimana diberitakan, hanya saja kesehatannya dalam kondisi kritis."

Televisi pemerintah Mesir juga menayangkan sejumlah gambar mengenai kondisi terkini Mubarak. Dalam beberapa foto itu diperlihatkan mantan penguasa Mesir itu baik-baik saja.




Referensi:


Saturday, 4 September 2010

Fakta Tentang Malaysia Yang Bahkan Rakyatnya Tidak Tahu


1. Pengakuan secara jujur dari Datuk Anwar Ibrahim pada New York Times, bahwa sebagian besar pemimpin Malaysia terlalu pongah dan sombong meskipun sebenarnya Malaysia adalah negara lemah dan korup sehingga tidak bisa menghargai negara-negara tetangganya.(Di Indonesia ada KPK)

2. Terbatasnya akses informasi dari media informasi (surat kabar, televisi dan lain-lain) bagi rakyat Malaysia sehingga hanya sedikit saja informasi mengenai negara-negara tetangga yang dipunyai. Hal ini menyebabkan hidup rakyat Malaysia seperti katak dalam tempurung. Akibatnya, mereka merasa pintar padahal sesunggunya hidup dalam kemalasan dan kebodohan yang teramat sangat. Nilai-nilai demokrasi yang dicapai oleh negara tetangganya tidak banyak diketahui oleh rakyat Malaysia. Hal ini memang disengaja oleh pemerintah mereka agar rakyat tetap bodoh sehingga tidak membahayakan kekuasaan mereka.(Malaysia negara demokrasi????)
3. Menurut analisis Robert C. Lie (Times magazine, June 2007), fenomena yang berlaku di Malaysia ini dalam istilah psikologi merupakan mekanisme pertahanan diri. Intinya, adanya kelemahan, kebodohan, serta kegagalan bangsa Malaysia mengaktualisasikan diri sebagai suatu bangsa yang bisa dihormati oleh bangsa lainnya menyebabkan mereka berusaha sekuat tenaga membalik penilaian tersebut dengan memberikan stigma yang lebih jelek terhadap negara tetangganya.

Lanjutannya pada link berikut:


Wednesday, 1 September 2010

Salam dari Pelajar Indonesia di Malaysia

http://nasional.kompas.com/read/2010/09/01/20465780/Salam.dari.Pelajar.Indonesia.di.Malaysia-8

Opini
Salam dari Pelajar Indonesia di Malaysia
Rabu, 1 September 2010 | 20:46 WIB

WENING GEMI NASTITI
KOMPAS.com - Sebelumnya perkenalkan, saya adalah salah satu dari belasan ribu anak bangsa yang sedang menuntut ilmu di negeri seberang yaitu Malaysia. Sudah hampir 3 tahun saya belajar di Malaysia, tahun depan adalah tahun terakhir saya menuntut ilmu di sini. Saya hanya sekedar ingin berbagi cerita kepada rekan-rekan sekalian tentang bagaimana kami di sini.

Sejak pertama saya datang ke Malaysia, saya tidak pernah mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari teman-teman di sini, baik itu oleh sesama warga Negara Indonesia, warga Negara Malaysia, ataupun oleh warga Negara Asing lainnya. Atas kejadian yang sedang terjadi saat ini terhadap Indonesia dan Malaysia, saya merasa prihatin.

Sengketa Indonesia - Malaysia

http://nasional.kompas.com/read/2010/09/01/03565049/Sengketa.Indonesia.Malaysia

Sengketa Indonesia-Malaysia
Rabu, 1 September 2010 | 03:56 WIB
Oleh S Wiryono
 
Sejak insiden 13 Agustus, Indonesia dan Malaysia terperangkap dalam perang mulut yang cukup panas, diplomasi megapon yang sangat tak sedap dan seyogianya dicegah agar tak meningkat menjadi perselisihan yang lebih sulit diatasi. 
 
Pada masa lalu, Indonesia pernah melakukan konfrontasi, tetapi kemudian teratasi dengan baik lewat perundingan: hanya setelah pemimpin di Indonesia berganti. Apakah kejadian di masa lalu akan berulang? Apakah suara garang DPR dan masyarakat bakal berkembang jadi genderang perang?