Showing posts with label Konspirasi Politik Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Konspirasi Politik Ekonomi. Show all posts

Wednesday, 5 July 2017

Frasa 'Bangsa Indonesia' Dihapus, UUD RI 1945 Saat Ini adalah Palsu!

Oleh Batara R. Hutagalung (Sejarawan)


Di dalam beberapa artikel yang telah saya posting di medsos saya berpendapat, bahwa UUD RI yang ditandatangani pada 19 Oktober 1999 (Perubahan pertama), 18 Agustus 2000 (Perubahan kedua), 9 November 2001 (Perubahan ketiga) dan 10 Agustus 2002 (Perubahan keempat), tidak dapat dikatakan sebagai UUD 1945.    

Bahkan apabila ada yang mengatakan bahwa yang ditandatangani pada 10 Agustus 2002 adalah UUD 1945, maka dengan tegas saya nyatakan pendapat saya, bahwa itu adalah UUD 1945 PALSU.      

Selain 89 persen ayatnya baru, juga yang sangat janggal dan termasuk kategori penipuan publik, adalah adanya BAB yang kosong, yaitu BAB IV, namun tetap dicantumkan.      

Sebelum dilakukan pembahasan terhadap UUD 1945 yang disahkan tanggal 18 Agustus 1945, Pimpinan MPR 1999 – 2004 menyatakan antara lain, bahwa yang tidak akan diubah adalah Pembukaan UUD 1945 dan Batang Tubuh yang terdiri dari 16 BAB serta tetap terdiri dari 37 Pasal.     

Faktanya adalah, hanya 15 BAB karena BAB IV kosong. Pasal tetap 37 namun ditambah 89 persen ayat baru. Apabila tidak dicermati dan hanya melihat angka-angkanya, maka seolah-olah Batang Tubuh UUD 2002 tetap terdiri dari 16 BAB dan 37 Pasal.    

Perlu dicek kebenarannya pernyataan, bahwa hasil pembahasan UUD akan dicantumkan sebagai Adendum, bukan sebagai Amandemen. Faktanya, hasil pembahasan ternyata dicantumkan sebagai Amandemen.         

Di sini letak penipuan terhadap seluruh rakyat Indonesia. Hal ini juga merupakan pembodohan masyarakat, bahwa untuk menyusun konstruksi Undang-Undang Dasar suatu Negara, dapat dicantumkan BAB atau Pasal yang kosong, hanya agar sekilas tampak seperti yang asli.     

Thursday, 11 October 2012

Film The Act of Killing akan Diputar di 60 Bioskop di Denmark

imdb.com
Masih ingat film Pemberontakan G30S/PKI yang pada era Orde Baru diputar di TVRI setiap malam 30 September? Kini muncul film dari sisi lain. Film pembantaian jutaan orang yang dituduh anggota atau simpatisan PKI oleh pendukung rezim Orba. Rezim Orba itu sendiri disebutkan dalam sejarah politik ekonomi sebagai kaki tangan imperialis atau tepatnya simpatisan Blok Barat di Asia. Wikipedia - Sarwo Edhie Wibowo - Pelajaran-Pelajaran dari Kudeta 1965

Film The Act of Killing yang bercerita mengenai pembunuhan masal terhadap kader dan simpatisan Partai Komunis Indonesia tahun 1965 akan diputar di layar lebar pada 7 November mendatang di Denmark. Film ini diputar pada event besar di 56 kota Denmark serta di 60 bioskop di Denmark. Setelah penayangan film ini, penonton diundang untuk berpatisipasi langsung untuk menghadiri sesi tanya jawab.



Di Denmark film The Act of Killing juga disebut dengan judul Free Men. Pemutaran film diselenggarakan di bawah Doxbio, platform dokumenter khusus yang tersebar di Denmark.

Laman resmi Doxbio menyebutkan, setelah sukses diputar di Telluride Film Festival (AS) dan Toronto International Film Festival (Kanada), film The Act of Killing telah menjangkau secara luas dan sambutan hangat atas film ini berkembang lebih besar dari yang pernah diharapkan. The Act of Killing adalah film terbaik dan paling mengerikan di Festival Film Toronto tahun ini, setiap bingkainya menakjubkan," tulis The Guardian English.

The Act of Killing (2012) disutradarai oleh Joshua Lincoln Oppenheimer. Ia merupakan sutradara Amerika yang tinggal di London. Sutradara kelahiran 23 September 1974 ini memproduksi film seri pada 2004 hingga 2008 di Indonesia.

Ia mulai menggarap film The Act of Kiling pada 2005 dan telah membuat film selama tiga tahun bersama para penyintas (survivor) pembantaian massal 1965-1966.

Film fiksi dokumenter berdurasi 115 menit ini menceritakan tentang pembantaian pada masa G 30 S/PKI, ketika pemerintah Indonesia digulingkan oleh militer pada 1965. Lebih dari satu juta orang komunis,yang dituduh komunis, etnis Tionghoa, dan intelektual, dibunuh dalam waktu kurang dari satu tahun.

The Act of Killing bercerita tentang para pembunuh yang menang, dan wajah masyarakat yang dibentuk oleh mereka. Ini sebagian besar gambarnya mengambil di sekitar Medan, Sumatera Utara antara 2005 sampai 2011. Pengambilan gambar dan wawancara selama tujuh tahun ini menghasilkan kurang lebih 1.000 jam rekaman. Ini memerlukan banyak editor dan waktu satu setengah tahun di London dan Copenhagen untuk menyunting rekaman tersebut menjadi film ini. Penyuntingan suara dan koreksi warna dilakukan di Norwegia.

Werner Herzog, sutradara Jerman dan Errol Morris sutradara Amerika merasa cukup terpesona setelah melihat preview awal film The Act of Killing dan ingin menandatangani sebagai produser eksekutif. 

Referensi: YAHOO! INDONESIA - OMG!

Edisi bahasa Inggris: Film Trailer: Synopsis for The Act of Killing


Kembali ke Beranda 

Wednesday, 19 September 2012

Jawaban Sosialis atas Program Tenaga Kerja di kancah peperangan dan penghematan



gallery.hd.org

Empat tahun setelah runtuhnya Lehmann Brothers, perekonomian dunia masih terperosok dalam kemerosotan dan ketidakstabilan keuangan. Prediksi dan janji-janji dari recovery (pemulihan) telah terbukti sebagai sebuah kebohongan. Sebaliknya, kedalaman krisis sedang dieksploitasi oleh elit penguasa di Amerika Serikat, di Eropa dan internasional untuk melepaskan serangan terbesar pada standar hidup dan hak-hak sosial dan demokratis sejak tahun 1930-an, dan membuat kelas pekerja  harus membayar untuk kegagalan sistem kapitalis.

Pada saat yang sama, AS meningkatkan dekade-panjang penggunaan kekerasan militer untuk mempertahankan dominasi  global yang mulai memudar. Perang sedang dipersiapkan terhadap Iran, di tengah meningkatnya intervensi di Suriah oleh pemerintahan Obama dan negara-negara Eropa. Sepanjang Asia-Pasifik, imperialisme Amerika sedang melakukan ekspansi militer yang sembrono guna mencoba melemahkan pengaruh ekonomi dan politik Cina, serta mengeluarkan ancaman untuk memicu konfrontasi antara senjata nuklir.

Program pemerintahan Partai Buruh, Julia Gillard, di Australia, ditentukan oleh pengaruh internasional dalam perang dan depresi. Hal ini selaras tanpa syarat kapitalisme Australia yang disetir AS terhadap China. Penyebaran marinir Amerika ke Darwin adalah layar terselubung di utara dan barat Australia yang menjelma sebagai  dasar pementasan untuk operasi gabungan;  yang bertujuan untuk mengontrol akses China di sepanjang alur laut utama antara India dan Samudra Pasifik.
 Partai Buruh juga bersekongkol dengan Washington dalam penganiayaan terhadap Julian Assange dan WikiLeaks, dalam rangka untuk meneror dan mengintimidasi setiap lawan imperialisme.



Edisi Bahasa Inggris: The socialist answer to Labor’s program of war and austerity 

Kembali ke Beranda 

Saturday, 7 July 2012

Mengapa Harus Suriah?


Oleh: Dr Joserizal Jurnalis SpOT*

Jose Rizal (foto: republika)
Suriah adalah negara dengan jumlah penduduk 22.517.750 orang (estimasi 2010). Komposisi penduduk berdasarkan agama: Muslim Sunni 74%, Muslim Alawi-Syiah-Druze 16%, Kristen dan lainnya 10%.

Presiden Suriah sekarang adalah Bashar Al-Assad menggantikan bapaknya, Hafesz Al-Assad, seorang Marsekal. Hafesz Assad adalah pemimpin Suriah yang keras dan diktator. Bersama saudaranya, Rifyad Assad, mereka membawa Suriah melalui masa-masa sulit terutama dalam perang enam hari tahun 1967.

Hafesz berhasil menangkap Ellie Cohen, seorang mata-mata Israel, yang menyusup ke pemerintah Suriah sampai menjadi teman dekat Hafesz. Hafesz menggantung Ellie Cohen walaupun dia diprotes banyak negara. Hafesz memberangus Ikhwanul Muslimin, banyak korban berjatuhan.

Tapi di sisi lain, dia juga mau menerima Hamas berkantor di Damaskus ketika negara-negara Arab tidak mau menerima mereka membuka perwakilan. Hafesz banyak menampung pengungsi Palestina, salah satu kamp yang pernah penulis bersama relawan MER-C kunjungi adalah kamp Yarmuk.

Bashar jauh lebih lembut dari bapaknya karena dia orang sipil (dokter mata?). Kesalahan Bashar adalah track record keluarganya yang keras dan diktator, tidak transparan soal keuangan negara dan belum mengembangkan proses demokrasi di negaranya.

Tapi kelebihannya, dia komitmen terhadap perjuangan rakyat Palestina dengan menyediakan tempat buat Hamas di Suriah dan mendukung penuh Hizbullah. Hamas (Sunni) dan Hizbullah (Syiah) didukung penuh oleh Bashar karena mereka adalah kelompok perlawanan (muqowwamah) terhadap Israel.

Penulis bersama relawan MER-C pada saat berkunjung ke Lebanon saat-saat akhir perang 34 hari tahun 2006, menyaksikan bahwa kantor Hamas berada di kompleks Hizbullah yang hancur dihajar Israel saat perang 34 hari. Ini sengaja penulis kemukakan untuk membantah bahwa Hizbullah pura-pura kerjasama dengan Hamas. Hizbullah berhasil mengalahkan Israel dalam perang darat tersebut.

Israel sangat serius memandang ancaman kedua kelompok perlawanan ini, karena secara kekuatan mereka bukan negara tapi dapat mengimbangi, bahkan mengalahkan Israel ketika Israel mulai melakukan serangan darat.

Tentu, Israel harus memikirkan bagaimana caranya melumpuhkan kedua kelompok perlawan bersenjata ini. Untuk Hamas, Israel melakukan kebijakan blokade Gaza karena Hamas memerintah di sini dan terus melakukannya sampai saat ini.

Untuk melumpuhkan Hizbullah, secara logika yang mudah saja, putus jalur pendukungnya. Jalur pendukung tersebut adalah Suriah. Oleh sebab itu, Suriah harus dikuasai secara politik. Ganti penguasanya!

Saat ini, di dunia Arab sedang ada tren mengganti penguasa yang sudah lama berkuasa dalam suatu gerakan Arab Spring dengan dalih untuk menegakkan demokrasi. Ini adalah road map-nya kebijakan luar negeri Amerika. Kita tahu kebijakan luar negeri AS ditentukan oleh badan-badan lobi Israel (AIPAC, ADL, CFR, Rand Coorporation, Bilderberg, dan lain-lain).

Dari penguasa yang sudah tumbang dan yang sedang diusahakan tumbang, Qaddafi dan Bashar mempunyai kontribusi besar untuk Palestina. Penulis menyaksikan sendiri bantuan Qaddafi bertruk-truk antre di Rafah Mesir saat Gaza diserang Israel tahun 2009.

Rencana penurunan Bashar ini semata-mata bukan persoalan Bashar demokratis atau tidak dan tiran atau tidak, karena ada penguasa Arab seperti ini tidak disuruh turun oleh AS, malah diajak kerjasama oleh AS untuk menurunkan Qaddafi dan Bashar. Israel menginginkan Bashar turun! Seperti biasa, Israel memperalat AS melalui kebijakan luar negerinya.

Bersamaan dengan semangat Arab Spring, Israel dan AS menunggangi isu ini untuk menurunkan Bashar. Supaya lebih efektif, isu ini ditambah tonasenya dengan isu sektarian, konflik Sunni-Syiah sama seperti Qaddafi yang disebut inkar sunnah.

Israel, AS, Arab Saudi, Qatar, Turki dan Eropa berada dalam satu blok melawan Rusia, Cina dan Iran dalam konflik Suriah ini. Rusia sangat berkepentingan melawan dominasi AS di Timur Tengah karena tinggal Suriah tempat berpijak Rusia setelah Libya jatuh ke tangan Barat. Selain itu, AS juga mengacak-ngacak Rusia dengan cara meletakkan perimeter anti-rudalnya di bekas negara Uni Soviet seperti Georgia.

Cina tidak mau ketinggalan dalam melawan AS. Setelah berhasil menahan hegemoni AS di bidang ekonomi, Cina diancam oleh AS melalui pergerakan angkatan laut AS di Pasifik. Cina saat ini berhasil menciptakan kapal perang anti-radar yang membuat AS khawatir.

Iran adalah negara yang tidak disenangi oleh Saudi Arabia, Qatar dan negara Arab lainnya karena berhasil melakukan Revolusi 79 menumbangkan Raja Reza Pahlevi yang juga sahabat penguasa Saudi Arabia.

Para raja-raja khawatir revolusi tersebut diekspor ke negara-negara mereka. Salah satu cara untuk mempertahankan kekuasaan mereka, isu yang paling ampuh ditiupkan adalah Iran adalah negara Syiah bukan negara Islam karena Syiah sesat.

Iran mempunyai kepentingan yang besar di Suriah karena Bashar bisa menjamin jalur logistik Hizbullah. Israel dan Barat menggunakan segala cara untuk menurunkan Bashar, termasuk mempersenjatai oposisi dengan senjata berat. Di sinilah peranan Saudi Arabia, Qatar dan sedikit Turki.

Israel dan Barat juga menggunakan media dan PBB untuk membantu mereka. Hal ini mulai terlihat ketika terjadinya pembantai 25 Mei di Houla, Suriah. Korban adalah penduduk sipil termasuk anak-anak dan wanita.

BBC langsung menampilkan foto tumpukan korban pembantaian yang sudah dibungkus kain kafan. Ternyata kemudian terkuak foto tersebut adalah foto korban pembantaian di Irak tahun 2003. Untung pengambil fotonya, Marco Di Lauro, mengenali foto tersebut dan memprotes BBC. Pertanyaannya apakah ini keteledoran atau bagian dari kampanye anti-Bashar?

UN Commisioner for Human Right membuat tuduhan bahwa yang melakukan pembantaian tersebut adalah milisi yang loyal dengan Bashar, yaitu Shabiyya. Padahal, mereka hanya dapat info dari orang lokal via telepon.

Menurut UN Security Council, korban di Houla adalah akibat tembakan artileri dan tank pada hari Ahad, 27 Mei 2012. Tapi pada hari Selasa 29 Mei, diralat oleh UN High Commission for Human Right bahwa korban ditembak dari jarak dekat dan digorok lehernya. Tapi tuduhan tetap ke milisi pro Bashar.

Kemudian terkuak bahwa yang terbunuh itu adalah pendukung Bashar. Bagaimana mungkin sesama pendukung Bashar saling bunuh. Tampak dengan jelas bagaimana media dan PBB berusaha memperkeruh situasi supaya AS dan NATO dapat melakukan intervensi dengan payung PBB atas nama kemanusiaan.
Konflik belum selesai, kita lihat bagaimana permainan Israel ini berjalan.

*Relawan Medis MER-C




Thursday, 24 May 2012

Benarkah Manusia Pernah ke Bulan?


cosmographica.com
Boleh percaya boleh tidak! Tapi inilah fakta sesungguhnya bahwa ternyata manusia modern tidak atau belum pernah menginjakkan kakinya di bulan.


Secara dogmatis dalam agama-agama samawi, sangat dipercaya bahwa ada tiga orang yang pernah naik ke langit. Nabi Idris AS yang bersahabat dengan malaikat Izrail, Nabi Isa AS yang diangkat ke langit ketika ada rencana pembunuhan atas dirinya dan Nabi Muhammad SAW saat isra’ mi’raj. Tulisan ini sama sekali tidak membahas perjalanan ketiga Rasul tersebut atau membahas bahkan tentang polemik pro kontra riwayat diangkatnya Nabi Isa AS ke langit.

Para petinggi Pentagon dan NASA di Amerika Serikat mengklaim bahwa mereka telah mendaratkan astronot di bulan sebanyak 4 kali sepanjang 1969-1973.

Dari keempat pendaratan tersebut, satu pendaratan yang terekam lengkap secara audio visual,yakni pendaratan Apollo XI.  Dokumentasi pendaratan itu bisa disaksikan di Museum Aerospace di Washington, DC.



Peluncuran APOLLO XI (foto: .tierraunica.com)

 
Kepercayaan publik menjadi berubah ketika menyaksikan fakta-fakta tipuan super canggih tersebut dalam satu acara TV FOX-5 pada 15 Januari 2001, Teori Konspirasi: Apakah kita pernah ke bulan? Dalam acara tersebut. terungkap bahwa video dokumentasi pendaratan tiga astronot ke bulan disempurnakan di sebuah studio syuting.

Penipuan besar-besaran oleh NASA dan Amerika Serikat ini pernah menjadi  topik diskusi hangat di forum yahoogroups yang saya ikuti pada 2003.


Pesawat APOLLO XI - 20 Juli 1969 (foto: shriworld.com)
badastronomy.com

Gerakan para astronot dan kendaraan yang dipakai di bulan, tidak terlihat sama sekali bahwa mereka berada di ruang hampa anti gravitasi. Ini terlihat makin jelas setelah gerakan dipercepat 2 – 4 kali.

Bendera Amerika Serikat yang tertancap di bulan terlihat berkibar-kibar. Padahal di bulan tidak ada atmosfer. Ada angin di bulan?

Neil Amstrong dan bendera yang berkibar (foto: shriworld.com)
Foto bendera yang berkibar dari arah lain (foto: shriworld.com)
Beberapa pakar Fisika mengatakan bahwa hingga sekarang mereka tidak yakin bahwa manusia akan terbebas dari radiasi angkasa luar yang hampa udara tersebut. Bahkan dengan teknologi mutakhir apapun. Belum ada material  di bumi sekarang yang mampu melindungi tubuh dari pengaruh radiasi di angkasa luar seperti yang disebutkan. Lantaran alasan itu, mantan awak SKYLAB menjelaskan, mengapa Russia (dulu Uni Sovyet) tidak pernah mengirim awak ke luar angkasa hampa udara atau di luar atmosfer. Rusia pernah mencoba melepas sebuah pesawat bersama awaknya, seekor kera, pada pada 1960-an. Pesawat dan penumpangnya itu tidak pernah kembali ke bumi.

Foto-foto NASA tentang pendaratan APOLLO XI itu diuji oleh para pakar fotografi kelas dunia. Ternyata banyak bukti yang menyatakan bahwa itu adalah foto-foto palsu.

Pengujian foto (foto: barenakedislam.com)
Bekas telapak sepatu neil Amstrong (foto: techquark.com)
Ayo tersenyum! Saya dari Matahari.. Trik foto oleh David Hardy (chrisneale-creative.co.uk)


Bayangan foto astronot atau pesawat APOLLO XI terlihat di banyak titik (spot) yang berarti memakai pencahayaan dari berbagai sumber (angle). Sementara sumber cahaya di bulan seharusnya hanya dari satu arah, yakni matahari. Tentu saja kamera tidak akan bisa merekam dengan baik bila objek berada searah dari sinar matahari.

Trik Cahaya dan Edwin Aldrin di permukaan bulan (chrisneale-creative.co.uk)
Bayangan dari beberapa arah (foto: shriworld.com)
Setelah peristiwa pendaratan APOLLO XI di bulan tersebut, banyak astronot yang terbunuh. Mereka adalah para astronot yang tahu terlalu banyak dan begitu vocal mempertanyakan kebenaran pendaratan APOLLO XI di bulan itu. Seorang detektif yang menyelidi kasus terbunuhnya beberapa astronot pada waktu itu mati secara misterius dalam kecelakaan mobil. Bukti-bukti penyelidikan yang telah dikumpulkan detektif itu pun raib hingga kini.

Astronot Virgil Grimmson & Kru yang terbunuh (foto: shriworld.com)
Thomas Ronald Baron - Detektif sekaligus  Inspektur Keamanan NASA yang terbunuh (foto: shriworld.com)

Apakah teknologi komputer waktu itu pada 1969 memang lebih canggih dibanding teknologi komputer masa kini? Sehingga bisa mengontrol pendaratan langsung atau kata kerennya “live”..!? APOLLO I gagal meluncur dan membunuh semua astronotnya justru karena gagal uji coba komunikasi antara ruang kontrol dan para astronot tidak tersambung.

Salah satu astronot yang terbunuh sempat melontarkan kalimat,” bagaimana mau komunikasi ke bulan, sedangkan komunikasi antar ruang saja tidak bisa dilakukan dengan baik”?

Pada saat itu pula, juru bicara NASA membantah bahwa pendaratan APOLLO XI di bulan adalah penipuan. “Bila memang penipuan, bagaimana mungkin seluruh kru NASA dan semua yang terlibat dalam projek ini bisa tertipu semua?”

Kemudian orang-orang yang melakukan kritik dan menyatakan ketidakpercayaan, menantang para petinggi NASA. “Jika memang benar APOLLO XI dan dua astronotnya pernah mendarat di bulan, coba dibuat teleskop yang super canggih dan super teliti untuk melihat bekas-bekas pendaratan APOLLO XI, mobil astronot dan bendera Amerika Serikat yang ditinggalkan di bulan itu..”

Hingga kini, tidak ada niat dan rencana dari pihak Amerika Serikat untuk membuat teleskop super canggih tersebut.

Begitu simpang siurnya berita tentang peluncuran APOLLO XI tersebut, sampai-sampai tersebar berita bahwa Neil Amstrong terbunuh tidak lama setelah di kembali ke bumi. Neil Amstrong sengaja dibunuh lantaran dia mengungkapkan bahwa dia mendengar suara azan di tempat pendaratan XI atau tepatnya yang dipercaya di bulan.

Neil Amstrong terbunuh tidak lama kemudian setelah dia kembali ke bumi dan mengungkapkan bahwa dia mendengar suara azan di tempat pendaratan APOLLO XI atau tepatnya di bulan.

Ada dua versi yang menjelaskan apa motif dari pembunuhan atas dirinya. Versi pertama, Neil Amstrong masuk Islam setelah dia mendengar suara (azan) di bumi - tepatnya dari salah satu masjid di Amerika Serikat waktu itu.  Suara yang dia dengar itu sama persis dengan suara sayup-sayup yang dia dengar di bulan. Versi kedua, Neil Amstrong tidak percaya bahwa dirinya telah didaratkan di bulan setelah mendengar suara (azan) yang dia dengar (di bumi) ternyata sama dengan suara yang dia dengar ketika mendarat (di bulan). Pada saat mendarat (di bulan), dia begitu yakin dan sempat mengungkapkan kalimat, "one small step for man; one giant leap for mankind“ (satu langkah kecil bagi manusia, salah satu lompatan besar bagi umat manusia). Keyakinan itu berubah karena suara azan itu. Ada bocoran saat itu  bahwa APOLLO XI-nya Neil Amstrong didaratkan di tengah padang pasir, Mesir

Ketika ketiga astronot ditanya oleh wartawan Patrick Moore dalam suatu konferensi usai kembali ke bulan, " Apakah Anda bisa melihat bintang-bintang pada siang hari dari bulan"? Neil Amstrong menjawab, "Tidak! Kami tidak bisa melihat.. kecuali melalui layar instrumen".


Para awak APOLLO XI: Neil Amstrong, Michael Collins dan Edwin Aldrin (en.wikipedia.com)

Astronot Neil Amstrong (foto: en.wikipedia.com)
Astronot Edwin Aldrin (foto: en.wikipedia.com)


Konon waktu itu, hanya para ilmuwan Jepang yang tidak percaya bahwa NASA telah mendaratkan pesawat APOLLO XI bersama para astronotnya d bulan.

Kabarnya setelah pengungkapan fakta-fakta tipuan manusia ke bulan itu, para ilmuwan Jepang meluncurkan wahana angkasa luar untuk memotret secara detil permukaan bulan. Benarkah ada dua rongsokan bekas pendaratan Neil Amstrong dan Edwin Aldrin serta bendera Amerika Serikat, The Star Spangled banner? Belum ada kabar hingga kini bagaimana hasi peliputan wahana angkasa luar itu.

Projek pendaratan APOLLO XI di bulan tersebut menelan biaya US $40 miliar pada waktu itu. Salah seorang yang memberi kritik berujar, “Sangat mudah memang membuat film super canggih kalau dananya US $40 miliar”! Dengan dana sebesar itu, propaganda alias  penipuan besar-besaran ke seluruh penjuru dunia tentu sangat mudah dilakukan. Penipuan itu sengaja dirancang untuk menujukkan keunggulan Amerika Serikat (Blok Barat) melawan Uni Sovyet (Blok Timur) pada era Perang Dingin. Dalam kenyataan, memang hampir seluruh umat manusia di Blok Barat dan negara-negara non blok seperti Indonesia yang menjadi tertipu sungguh tertipu.

Anda masih percaya bahwa manusia Amerika Serikat pernah ke bulan? Anda punya pilihan!

Tetap semangat! d^_^b


Referensi: 

Elaborate 'hoax' a case of lunar lunacy 


The Moon HOAX Theory


Elaborate 'hoax' a case of lunar lunacy 


Historic Launch Of NASA's Apollo 11 Saturn V To The Moon!

Al-Qur’an dan Sains (2) : Benarkah Manusia Mampu Ke Bulan?


Kembali ke Beranda