Showing posts with label Polemik. Show all posts
Showing posts with label Polemik. Show all posts

Tuesday, 4 July 2017

Dalam Lingkungan Kebohongan (Kaum Rasis) Jokowier dan Ahoker


Tidak terasa Pemerintah Jokowi telah menelan waktu 3 tahun berlalu. 3 tahun itu pula Jokow(i)er, Ahok(er), Jokopedia, Seknas, Bara JP, Partai Pendukung dkk, berkoar-koar memuja-muji pemerintah saban hari tanpa henti, tanpa cape dan tanpa bosan. Anda katakan pemerintahan Jokowi anti korupsi, anti kolusi dan anti nepotisme. Pemerintah memberantas mafia dan kartel, pemerintah menepati janji. Pemerintah tidak langgar HAM, berkomitmen pada rakyat, konsisten, demokratis, menghormati kebebasan ekspresi. Semua kata-kata itu adalah kesimpulan kalian. Tentu saya hormati tapi saya mau tanya bagaimana bisa memberantas para oligarki (mafia ekonomi dan kartel dagang) yang menempatkan seorang walikota ke gubernur dan presiden dalam waktu kurang dari 3 tahun, - orbit bak meteor - kalau tidak dibekini oleh kaum oligarki para taipan hoakiao di negeri ini.

Bagaimana kita bisa memastikan pemerintah ini bersih anti KKN sedangkan BUMN dijadikan alat banjakan 25 orang penganggur jalanan dan job seeker? Sedangkan Ahok sempat keluarkan jurus jitu adanya sokongan para taipan dalam pemilihan presiden. Udar Pristono diduga dibungkam. Freeport tadinya Jokowi tolak bak seorang nasionalis tulen. Namun akhirnya tunduk dan bertekuk lutut pada simbol imperialisme Amerika ini, dll. Dalam pemerintahan ini, kita sedang menyaksikan (sambil ketawa) sandiwara murahan pemerintahan, antar institusi negara dibentrokkan, hukuman mati, penenggelaman sampan-sampan murahan, hukum jahiliah kebiri, kapitalisasi politik Laut Cina selatan yang suhu politiknya tidak pernah besar dan tidak akan pernah besar dengan pura-pura dan menipu rakyat dengn mengobarkan semangat nasionalisme di atas geladak kapal perang Republik Indonesia, pembelian rakyat kecil (wong cilik), penipuan murahan dan omong kosong terhadap orang-orang telanjang di Papua dengan mengatakan akan bangun rel kereta api di Papua, jalan tol melintasi tebing-tebing terjal. 

Friday, 20 July 2012

Kendala Pengamatan Hilal di Indonesia dan Perselisihan

Secara ilmiah pada 2012 ini, bulan mempunyai dua kemungkinan sabit yang jatuh pada tanggal 19 dan 20. Ketika itu, secara fraksi (pecahan) bulan hanya bisa dilihat 0,22 persen. Usia penampakan tersebut kurang lebih enam jam.

Ketika matahari tenggelam, tinggi hanya satu derajat lebih. Bahkan jika kondisi cuaca ekstrem, atau tingginya hanya di bawah satu derajat, usia penampakan bulan hanya berkisar empat menit.
Sehingga tentu sangat sulit bagi astronom untuk melakukan pengamatan.


Lembaga Observatorium Bosscha menilai bisa atau tidaknya hilal dilihat sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Pengaruh ini telah berlangsung sekitar tiga puluh tahun belakangan.

Peneliti Observatorium Bosscha Hakim Lutfi Malasan, mengatakan kondisi cuaca semakin sulit diprediksi sejak 1980. Itu karena polusi cahaya yang kerap diakibatkan semakin padatnya bangunan maupun permukiman penduduk.

"Di sekitar Bosscha sudah banyak bangunan rumah maupun hotel," Hakim mengatakan, Kamis (19/7).

Menurut Hakim, kondisi itu kerap membuat pengamatan astronomi dari Observatirium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, terkendala. Meski begitu, permukiman penduduk bukan salah satu faktor yang membuat labilnya kondisi cuaca. Namun bisa diakibatkan pencemaran lingkungan dan faktor alam lainnya.

Secara ilmu pengetahuan, kata dia, peneliti astronomi sejak dahulu bertugas memberikan informasi tentang pengamatan luar angkasa, khususnya ketika menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Hakim mengatakan, Observatirium Bosscha menyuplai informasi dan data tentang pengamatan hilal kepada pemerintah. Caranya, dengan menjaring pengamatan hilal di 18 titik wilayah di Indonesia. Titiknya dimulai dari Pantai Lokna, Banda Aceh hingga Pulau Biak, Provinsi Papua.

Hakim menambahkan pula, Indonesia mempunyai keunggulan dalam pengamatan tersebut karena memiliki tiga zona waktu. Ke-18 titik itu pun untuk menjaring bila posisi hilal tidak terlihat di salah satu titik.

Pengamatan di sejumlah titik itu juga bisa disaksikan oleh masyarakat dengan koneksi internet. Bosscha menyajikannya dalam bentuk laman web streaming. Jadi, kata Hakim, hilal juga bisa disaksikan oleh masyarakat.

"Pada dasarnya penampakan hilal harus diketahui masyarakat," kata mantan Kepala Observatorium Bosscha era 2010/2011 itu.
 
Secara empiris dan faktual, tim Ru’yat di Indonesia memang kerap gagal melihat Hilal (bulan muda) dibanding tim Ru’yat semisal di Saudi Arabia. Hal itu terjadi lantaran langit berawan sehingga bulan muda sering tertutup awan. Selain itu Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia yang terang berderang dengan kemerlap lampu-lampu gedung dan rumah-rumah sehingga langit juga terlihat lebih terang termasuk di Boscha.

Akibatnya sinar-sinar bintang dan bulan terganggu dan terlihat kecil dan redup. Di Semanjung Arabia sebaliknya. Langit tidak berawan. Dengan luas darat yang lebih besar daripada Indonesia (2,4 juta km2) sementara jumlah penduduk cuma 1/5 pulau Jawa, banyak daerah tak bertuan yang tidak berlampu.


Sehingga langit begitu hitam kelam, sementara bintang-bintang dan bulan jadi tampak lebih besar (sekitar 4-6x lipat daripada di Indonesia) dan lebih terang. Oleh karena itu, Hilal lebih mudah terlihat di sana.

Tak heran dengan langit yang cerah, banyak bintang-bintang dan rasi bintang yang namanya berasal dari Arab karena bangsa Arab yang melihat dan menemukannya.

Jadi sulit bagi astronom Indonesia mengungguli astronom Arab mengingat kondisi langitnya beda sehingga untuk ukuran dunia saja bangsa Arab jauh lebih unggul.




Namun apapun itu, metode ru'yat (melihat dengan mata telanjang) secara umum adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Ru’yat dilakukan setelah matahari terbenam pada hitungan hari ke-29 dari hasil ru’yat sebelumnya. Sedangkan metode hisâb falaki (perhitungan astronomis) secara umum adalah perhitungan secara matematis dan astronomis dalam memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, metode ini mencapai apa yang bisa disaksikan saat ini, yaitu hasil yang sangat akurat.

Penetapan awal dan akhir bulan Ramadhan berdasarkan ru’yat hilal Ramadhan (melihat bulan sabit Ramadhan dengan mata kepala secara telanjang) adalah sesuai hadits Rasulullah SAW:

عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم « صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته ، فإن غُبِّيَ عليكم فأَكْمِلوا عدة شعبان ثلاثين » رواه البخاري ومسلم والنَّسائي وأحمد وابن حِبَّان

Dari Abi Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: Berpuasalah kalian karena rukyat hilal, dan berbukalah kalian (akhirilah Ramadhan) karena rukyat hilal, jika ia tertutup kabut maka sempurnakanlah hitungan Sya’ban 30 hari. (HR. Bukhari)

Di riwayat Muslim dengan lafazh:
وقال فإن غم عليكم فاقدروا ثلاثين

Rasulullah saw bersabda: … jika ia tertutup mendung maka tetapkanlah (hitungan bulan Sya’ban) 30 hari. (HR. Muslim)


Dalam riwayat lain lagi:
 

إِنَّمَا الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ

Sesungguhnya bulan itu ada dua puluh sembilan hari, makan janganlah kalian berpuasa hingga melihatnya. Dan janganlah kalian berbuka hingga melihatnya. Apabila mendung menutupi kalian, maka perkirakanlah. (HR. Muslim, No. 1797)

Dalam konteks Indonesia, penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal adalah melalui sidang itsbat yang dipimpin oleh Menteri Agama. Beberapa organisasi keagamaan Islam mengaku menetapkan 1 Ramadhan atau 1 Syawal yang bersandarkan ru’yatul hilal. Tetapi anehnya, mereka telah membuat prediksi beberapa hari sebelumnya, antara lain NU Prediksi 1 Ramadhan Jatuh pada 21 Juli. Sehingga sidang itsbat tersebut sudah bisa ditebak hasil yang akan ditetapkan. Hal tersebut sangat kontras dengan apa yang terjadi pada masa Rasulullah SAW yang menerima pengakuan dari seorang Arab Badui tanpa memasalahkan kedudukan sosialnya. Yang ditanyakan adalah ke-Islam-annya.

Dari Ibnu Abbas bahwa:

جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ الْهِلَالَ قَالَ أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ يَا بِلَالُ أَذِّنْ فِي النَّاسِ أَنْ يَصُومُوا غَدًا
 
Telah datang seorang Arab Badui kepada Nabi Muhammad SAW kemudian berkata, “Sungguh saya telah melihat hilal. RasulAllah bertanya, “Apakah anda bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah?” Orang tersebut menjawab, “Ya”. Lalu RasulAllah bersabda, “Wahai Bilal, umumkan kepada manusia (khalayak) agar mereka berpuasa besok.” (HR. Bukhari, disahihkan oleh Khuzaimah & Ibnu Hibban).

Di Indonesia, sudah beberapa kali terjadi yang sidang itsbat menolak kesaksian seseorang atau beberapa orang yang telah mengaku melihat hilal dengan alasan meragukan kualitas penglihatan atau peralatannya. Padahal pada era RasulAllah SAW, pengamatan hilal dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar ummi (tidak bisa baca tulis) dengan mata kepala tanpa peralatan semacam teropong yang belum ada ketika itu. RasulAllah bersama para sahabat tidak pernah meragukan kualitas penglihatan kaum ummi itu.



Referensi: 
 
Kitab Hadits: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi dan Sunan Abu Daud.

 

Wednesday, 12 October 2011

Cikeasleak: Pernikahan Pertama SBY sebelum Masuk AKABRI




DUA PUTRI YANG DITUKAR KEKUASAAN

"KISAH DUA PUTRI PRESIDEN SBY"

Kisah ini bermula pada tahun 1968, saat seorang anak tentara bernama Susilo Bambang Yudhoyono, yang akrab dipanggil Sus oleh teman dan keluarganya, lulus SMA Negeri Pacitan Jawa Timur. Sus yang sekarang lebih akrab dipanggil SBY kemudian melanjutkan kuliah di salah satu universitas negeri di kota Surabaya.

Di Surabaya inilah SBY menimba ilmu, dan sebagaimana remaja umumnya, banyak berkenalan dengan berbagai wanita. Di antaranya para wanita terdapat seorang wanita berdarah campuran Jawa-Philipina yang bernama Ida, mereka memadu kasih dan berikrar sehidup semati.

Pada tahun itu pula mereka melangsungkan pernikahan dengan Ida disebuah kantor Catatan Sipil di Jakarta. Akibat pernikahannya itu kuliahnya pun mulai terganggu dan berantakan, apalagi saat itu SBY belum memperoleh penghasilan tetap. Kemudia hadirlah dua puteri dari perkawinan tersebut, yaitu Adinda dan Devi. Beban hidup pun semakin terasa beratnya. Kemudian mereka pindah ke Malang, SBY kuliah di pendidikan guru SLP (PGSLP).


Masuk Akabri meninggalkan anak dan Istri.

Pada tahun 1970 SBY mencoba peruntungan dengan niat, akan memperbaiki masa depannya dengan melamar menjadi kadet AKABRI sekaligus melanjutkan cita-cita masa kecilnya dan memenuhi harapan ayahnya. Namun apa daya, salah satu persyaratan adalah pelamar tidak boleh beristri (harus masih lajang). SBY pun meminta pengertian istrinya dan memohon keikhlasannya untuk "menyembunyikan status perkawinannya agar diterima di AKABRI.

SBY diterima di Akabri dan segera menjadi perhatian pada pendidik. Di samping tampan, SBY ternyata juga cerdas dan pandai mengambil hati  Tak disangka Gubernur AKABRI (Letjen TNI Sarwo Edi Wibowo. Alm) pun terpukau dengan kecerdasan dan ketampanannya. Tak jarang SBY dan kawan-kawannya bertandang dan melapor ke rumah sang jenderal.

SBY pun segera melupakan istri dan dua anaknya ketika salah satu putri sang jenderal menarik perhatiannya.

Apalagi SBY segera mendapat lampu hijau dan direstui untuk berpacaran dengan putri sang jenderal yang bernama Christiani yang akrab disapa Ani.


SBY menikah dengan Ani.

Selesai pendidikan AKABRI pada tahun 1973, SBY tercatat sebagai lulusan terbaik dengan pangkat Letnan Dua.

Pada tahun 1974 SBY bertunangan dengan Ani yang dianggap sebagai "jalan tuhan" yang harus dia tempuh kalau karir militernya mau lancar dan bersinar.

Pada tahun 1976 SBY pun menikah dengan Ani dengan status bujangan. Entah apa yang waktu itu sehingga istri dan kedua anaknya seolah dianggap tidak pernah ada. Sampai-sampai ketika anak-anak itu membutuhkan tunjangan juga tidak pernah dimasukkan dalam daftar tanggungan keluarga.

Beberapa tahun kemudian pada saat SBY dan Ani sudah dikarunia seorang anak laki-laki bernama Agus Hari Murti, SBY berterus terang kepada Ani bahwa sebelumnya dia sudah pernah menikah dan sudah punya 2 orang anak.

Bagai mendengar petir di siang bolong Ani kaget, marah, panik dan frustasi. Rumah tangga goyah gonjang ganjing terancam bubar.

Namun pihak keluarga segera turun tangan demi menyelamatkan karir dan rumah tangga dan nama besar keluarga, SBY diancam agar menceraikan istri pertama. SBY pun segera menceraikan Idan dan berjanji untuk bertanggung jawab untuk kehidupannya beserta kedua anaknya. Namun untuk mendapat santunan hidup sebagai jaminan masa depan itu Ida harus bersedia menerima kesepakatan bahwa mereka tidak akan menuntut, status sebagai mantan istri dan anak-anak kandung SBY sampai kapanpun.

Ida kemudian menikah dengan WNA Jerman dan bermukim di Jerman, Dinda dan Devi tetap di Indonesia bersama keluarga ibunya yang tinggal di Jakarta.

Sementara itu, sebagai tentara cerdas sekaligus menantu seorang jenderal, karir SBY pun semakin bersinar. Masalah rumah tangga terlewati sudah, kebahagiaan rumah tangganya dengan Ani bahkan semakin bertambah dengan hadirnya anak laki-laki yang diberi nama Edhi Baskoro.


Kekecewaan Adinda dan Devi

Pada tahun 1990 sewaktu SBY menjabat Kepala Staff Territorial TNI, Adinda memohon kepada SBY agar sebagai ayah bersedia menjadi wali nikahnya. Adinda akan dipersunting seorang pria bernama Danang. Putra dari Ir. H. Lukman Hakim, mantan Kepala Divisi Produksi Pertamina. SBY pun tak keberatan, bahkan pernikahan dilangsungkan di rumah dinas SBY di Cilangkap secara sederhana.

Namun kebahagiaan Adinda mendadak sirna ketika SBY ternyata tetap tidak mau mengakui sebagai anak. Kepada para tetamu SBY mengaku bahwa Adinda adalah keponakannya. Adinda sangat terluka. Devi sang adik juga sangat sedih karena sia-sia.

Meski terikat janji sang ibunda bahwa mereka tidak akan menuntut status, namun tentulah anak-anak ingin mendapatkan kasih sayang ayahnya, apalagi dihari pernikahannya. Mengapa sang ayah begitu tega mengumumkan mereka sebagai keponakannya?

Adinda dan Devi pun akhirnya sadar, mereka bukan siapa-siapa, mereka bersedih tak berdaya, namun hati nurani selalu bertanya, bukankah mereka juga anak yang sah. Mereka juga berhak mendapatkan perlakuan sebagaimana layaknya. Akhirnya pada saat nama mereka tidak muncul di riwayat hidup pada saat sang ayah mencalonkan diri sebagai Capres 2004, dan pada saat arsip kedinasan dan kenegaraan juga tak pernah mencantumkan nama mereka, mereka harus bisa menerima. Namun pada saat hak mereka sebagai anak tidak didapatkan sebagaimana mestinya mereka bertanya kembali. Apalagi semua harta ayahnya dikuasai atas nama ibu tirinya, ibu Ani, mereka akhirnya tidak bisa menerima kenyataan ini.


Adinda menggugat ayahnya

Janji untuk menjamin masa depan sebagai komitmen keluarga pasca perceraian ibunya, juga jarang mereka dapatkan. Akibatnya Adinda memberanikan diri menggugat ayahnya secara perdata dengan menyewa pengacara dalam pembagian harta gono gini. Di pengadilan, Adinda memenangkan perkara dan memperoleh dua rumah di Pondok Indah dan Menteng, Jakarta pusat, kedua rumah tersebut tidak mereka tempati dan dikontrakkan saja.

Saat ini Adinda hidup sebagai orang biasa yang jauh dari publitas media, tinggal bersama suami dan anak-anakya dikawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Adinda adalah alumni Universitas Trisakti dan bekerja sebagai konsultan pada sebuah perusahaan pertambangan. Suaminya Danang Bin Ir H. Lukman Hakim, bekerja di Kementrian Pertahanan sebagai Kepala Litbang. Mereka hidup rukun dan banyak dibimbing oleh pamannya Dr. Sofyan Sauri (adik dari Lukman Hakim). Sedangkan adiknya Devi tinggal di Amerika Serikat namun tidak banyak diketahui aktifitasnya dan kehidupannya saat ini.



JANJI ANI KEPADA ADINDA

Pada saat SBY membutuhkan dukungan pencitraan menjelang Pilpres 2004 dan 2009 ibu Ani sering kali menghubungi via telepon Adinda dan ibunya di Jerman, agar tidak usah mengungkap dan meributkan status mereka di dalam keluarga SBY Ani sangat kawatir jika masalah itu bisa memengaruhi popularitas dan citra SBY, lebih -lebih saat menghadapi Pilpres.

Ibu Ani menjanjikan bahwa status mereka akan diselesaikan dan diungkap setelah SBY tidak lagi menjabat sebagai presiden. Mereka secara resmi dicantumkan dalam daftar keluarga SBY. saat ini mereka harus bersabar dan belum dicantumkan sebagai anak kandung dalam daftar keluarga secara resmi.


TUTUP KASUS ITU, BERAPA PUN BIAYANYA

SBY sangat sensitif dalam menanggapi setiap berita ataupun pernyataan dari beberapa sumber yang mengungkit masalah ini. Terhadap siapapun yang mempersoalkan hal tersebut. SBY langsung menugaskan Tim dan para intelnya untuk membungkam.

Masyarakat mungkin sudah lupa dengan pernyataan anggota DPR-RI Zainal Maarif yang sudah melaporkan kasus pernikahan SBY tersebut. Setelah didekati Zainal Maarif belakangan mencabut laporan dan meminta maaf. Dan aneh dia bahkan diangkat menjadi kader Partai Demokrat dan mendapat fasilitas signifikan.

Demikian juga Jenderal TNI (Purn) R.Hartono yang pernah mengungkap masalah pernikahan tersebut, ditaklukkannya dengan pendekatan-pendekatan material finansial dan ancaman pengungkapan rahasianya. Tim SBY juga sudah tak terhitung berapa kali melakukan operasi media dengan membungkam media massa dengan dana yang sangat besar.

Dibalik potret keluarga ideal Kepala Negara ternyata tersimpan kisah pengkhianatan cinta. Kebohongan yang dilakukan bukan hanya dilakukan terhadap keluarga, tetapi terhadap seluruh Rakyat, Korps TNI, Bangsa dan Negara. Namun pengungkapan kebohongan dan pengkhianatan ini selalu harus berhadapan dengan kekuasaan, sebagian besar berhasil disumpal dengan uang dan kuasa, selebihnya tiarap karena juga akan diungkap balik rahasia dan kejahatannya.

"Setelah Drama Century dan Nazaruddin, akankah sepenggal kisah keluarga ini juga akan menjadi pelajaran bagi rakyat Indonesia? Ataukah hanya akan menjadi hiburan ala sinetron di tengah kesulitan hidup rakyat jelata?"


Monday, 2 May 2011

Benarkah Osama bin Laden telah tewas?

Osama bin Laden pendiri Al-Qaeda adalah salah seorang sosok misterius pada akhir abad ke-20 hingga saat ini. Konon memiliki kekayaan yang melebihi kekayaan spekulan valuta asing, George Soros. Osama bin Laden juga memiliki saham yang tersebar di berbagai penjuru dunia senilai hampir 300 miliar dolar Amerika. Presiden Iran Ahmadinejad menyebutkan bahwa Osama bin Laden telah lama menjalin hubungan bisnis dengan perusahaan Exxon milik keluarga George Bush.

Pada hari ini dunia menjadi gempar atas tewasnya Osama bin Laden dalam operasi intelijen di pinggiran kota Abbottabad, 50 km (30 mil) barat laut ibu kota Pakistan, Islamabad, Senin (2/5/2011). Tepatnya Osama bin Laden tewas akibat bertempur dengan pasukan Navi SEAL.

Banyak pihak yang meragukan atas tewasnya Osama bin Laden ini. Selainnya tidak adanya bukti secara fisik, juga adanya uji forensik atas foto Osama bin Laden yang telah beredar ke seluruh penjuru dunia melalui media internet. Uji fotografi forensik tersebut menunjukkan bahwa foto Osama bin Laden yang telah tewas adalah hasil rekayasa dengan perangkat lunak Photoshop

Sebuah sumber dari pejuang Taliban mengungkapkan bahwa sebenarnya Osama bin Laden telah lama wafat akibat sakit komplikasi paru-paru dan dimakamkan di Tora Bora pada 17 Mei 2010. Ada pula yang menyebutkan bahwa Osama bin Laden wafat akibat sakit typus.

Boleh jadi karena intelijen Amerika Serikat meyakini berita kematian tersebut setelah melalui penyelidikan panjang, maka pihak Amerika Serikat membuat sensasi dengan mengklaim bahwa Osama bin Laden tewas akibat serangan oleh Navy SEAL. Bila benar Osama bin Laden telah wafat pada 2010 itu, tentu tidak akan ada bantahan oleh Osama bin Laden dari alam kuburnya. Begitu mungkin yang diharapkan oleh Amerika Serikat.

Berita mengejutkan itu menjadikan mata uang dolar Amerika yang melemah akibat ekonomi Amerika Serikat yang porak poranda kini menguat kembali. Situasi perekonomian Amerika Serikat sebenarnya telah lama mengalami kegoncangan sejak era presiden Bush sebagai dampak perang menyerbu Irak dan Afghanistan.

Berikut beberapa video dan foto yang telah beredar di dunia maya.







Edisi bahasa Inggris: Is it true that Osama bin Laden is dead?