Showing posts with label Kisah Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Kisah Inspirasi. Show all posts

Wednesday, 7 January 2015

Kisah Sejati Seorang Wanita Mualaf

Seorang Wanita Muslimah (Ilustrasi)


Sebelum memulai cerita aku ini, izinkanlah aku untuk memohon maaf bila ada pihak-pihak yang tidak berkenan dengan cerita aku ini, terutama keluargaku. Untuk itu nama-nama orang dan tempat tidak akan aku sebutkan. Aku ucapkan terimakasih untuk Retno (bukan nama sebenarnya) dari Universitas T di kotaku P yang mau menuliskan kisah sejati aku ini.


Tuesday, 28 December 2010

Earthlings - Documentary (multi-subtitles)

Thursday, 23 December 2010

Kisah Telur Columbus


Monumen Telur Columbus di Sant Antoni de Portmany, Ibiza, Spanyol.

Terlepas dari siapa sebenarnya penemu benua Amerika pertama kali, subtansi kisah ini  adalah hanya untuk memahami tentang sebuah gagasan. 


Ketika rombongan Christoper Columbus akan berangkat menuju benua yang dicari pada 1492, orang-orang sibuk berlomba mendirikan telur rebus di atas meja. Semuanya gagal! Telur yang lonjong itu langsung roboh dan menggelinding. Lalu datanglah Columbus mendekat. Oleh Columbus, dipecahkannya ujung telur itu. Kemudian ditegakkan di atas meja. Melihat itu, orang-orang yang gagal tadi berkata, “Ah, kalau begitu, kami juga bisa!” Columbus menjawab, “Kalau bisa, mengapa Anda tidak melakukannya tadi?”

http://en.wikipedia.org/wiki/Egg_of_Columbus

Monday, 1 November 2010

Kaisar Qin Shi Huang (2)

Oleh: Zang Shan

Qin Shi Huang (Wikimedia Commons)






















Bagaimana Ying Zheng memerintah negara dengan wilayah dan populasi terbesar? Banyak pejabat menyarankannya untuk membagi-bagi tanah dan menyerahkannya kepada para jendral sebagai hadiah, yang akhirnya akan membentuk negara-negara kecil, tetapi Ying Zheng tidak setuju. Langkah yang ditempuh Ying Zheng:

Pertama, Ying Zheng menganggap dirinya sebagai Kaisar China pertama. Tidak ada gelar itu sebelum dia menciptakannya dan karena itu dipanggil dengan Kaisar Pertama Tiongkok. Dia berharap Qin akan bertahan selamanya, jadi dia menjalankan kebijakan-kebijakan yang memperkuat kekuasaannya.

Kedua, Ying Zheng, yang menjadi Qin Shi Huang meniadakan gelar aristokrat dan mengadopsi sistem politik otoritas terpusat. Ia mendirikan Kabinet di tingkat pemerintah pusat, yang disebut sistem Sembilan Menteri atau Kabinet Sembilan Anggota. Secara lokal, ia mengadopsi sistem kedaerahan yang membagi negara menjadi kabupaten. Semua pejabat ditunjuk langsung oleh kaisar. Kaisar dapat mempertahankan atau mencopot pejabat negara atas kehendaknya.

Ketiga, hukum ketat diberlakukan. Dari pejabat tertinggi sampai strata sosial terendah di seluruh negara, semuanya harus tunduk pada hukum yang keras dan terinci dari Kerajaan Qin. Pelanggar akan dihukum tanpa terkecuali.


Kaisar Qin Shi Huang (1)

Oleh: Zang Shan
Qin Shi Huang (Wikimedia Commons)

Kaisar Qin Shi Huang dihormati secara luas sebagai kaisar pertama dari Tiongkok bersatu. 
Qin Shi Huang dilahirkan selama periode Perang Antar Negara (475 SM sampai 221 SM) dan menghadapi banyak hambatan. Kemunculannya  ke panggung kekuasaan adalah legenda besar dalam sejarah Tiongkok.

Ayah Kaisar Qin adalah Ying Yiren. 

Pada masa mudanya, Ying adalah seorang pangeran yang tinggal di pengasingan Negara Qin sebagai sandera, ditahan oleh Negara Zhao. 

Ying hidup miskin selama disandera.

Kakek Ying adalah Raja Qin, tetapi ayah Ying bukan putra mahkota.

Ying juga memiliki lebih dari 20 saudara dari istri-istri ayahnya. Dia dikirim ke Zhao karena dia adalah anggota dari keluarga kerajaan yang merupakan kebiasaan pada Periode Perang Antar Negara untuk menjaga perdamaian antara negara-negara tetangga.

Pada saat itu, ada tujuh negara di Tiongkok, semuanya saling berperang. Zhao adalah yang terkuat secara militer dan telah berperang dengan Qin bertahun-tahun lamanya. 

Pada tahun 260 SM, pedagang Lu Buwei mengunjungi Ying, yang tinggal dalam keputusasaan yang mendalam.

Lu, dengan ketajaman politik luar biasa, menyadari bahwa ini adalah kesempatan sekali seumur hidup miliknya. Lu menginvestasikan sejumlah besar uang untuk mendukung Ying, dan bahkan memberikan Ying salah satu selir kesayangannya, Putri Zhao.

Tahun berikutnya, 259 SM, Ying dan Putri Zhao memiliki seorang putra. Mereka menamai anak itu Ying Zheng, yang kemudian menjadi Kaisar Qin Shi Huang.

Lu meneruskan politiknya bagi Ying Yiren. Berkat keahlian persuasinya dan dukungan besar, Ying dan keluarganya dapat kembali ke Negara Qin dua tahun berikutnya. Lu juga berhasil menjadikan ayah Ying dan penerusnya menjadi penerus kerajaan.

Setelah ayahnya meninggal, pada 247 SM Ying Zheng menjadi raja Qin di usia 12 tahun. (Beberapa pendapat diantara para cendekiawan yang menyatakan bahwa Lu Buwei adalah ayah asli Ying Zheng) Lu menjadi pejabat tertinggi di kerajaan dan mengendalikan semua urusan kerajaan.

Nasib baik Lu tidak bertahan lama dan pada 234 SM, Ying Zheng telah dewasa dan mengambil alih kekuasaan negara. Segera setelahnya, Lu terlibat dalam kup dan dipaksa bunuh diri. Apa yang tersisa darinya adalah buku sejarah yang dieditnya, seperti yang dikenal sekarang.

Setelah Ying Zheng menjadi raja, dia bertekad untuk memperkuat Qin dan bersiap mencaplok keenam negara lainnya. Kebijakan Qin berfokus pada aturan hukum. 

Dia menghadiahi petani dan prajurit-prajurit karena membangun ekonomi negara dan kekuatan militer. Perlahan-lahan, hukum Qin menjadi sangat menditail dan menyeluruh. 

Contohnya, keluarga-keluarga akan didenda karena melanggar wajib militer jika mereka punya anak laki-laki tapi tidak mengirimkannya bergabung dalam militer.

Pendekatan Ying Zheng pada negara yang bertikai adalah berteman dengan negara yang jauh dan menyerang yang paling dekat. Perlahan-lahan, negara-negara dekat Qin dikalahkan dan dicaplok. 

Segera setelahnya, Qin dapat mengambil alih keenam negara lainnya, dengan tambahan negara Nanyue di Selatan (termasuk sekarang Guangdong, Guangxi dan propinsi Yunnan). Tahun 221 SM, dia membentuk dinasti terbesar dalam sejarah Tiongkok.

Bagaimana Ying Zheng memerintah negara dengan wilayah dan populasi terbesar? Banyak pejabat menyarankannya untuk membagi-bagi tanah dan menyerahkannya kepada para jenderal sebagai hadiah, yang akhirnya akan membentuk negara-negara kecil, tetapi Ying Zheng tidak setuju.

Dia adalah kaisar pertama yang menganggap dirinya sebagai Kaisar Tiongkok. Tidak ada gelar itu sebelum dia menciptakannya dan karena itu dipanggil dengan Kaisar Pertama Tiongkok. Dia berharap Qin akan bertahan selamanya, jadi dia menjalankan kebijakan-kebijakan yang memperkuat kekuasaannya. (EpochTimes/ray)

http://erabaru.net/china-news-a-culture/44-china-update/18664-kaisar-qin-shi-huang-1