Showing posts with label Selingan. Show all posts
Showing posts with label Selingan. Show all posts

Wednesday, 23 March 2016

Surat Buat Rio Haryanto - Pembalap F1 Grand Prix

Surat ini saya temukan di medsos fesbuk. Saya salin ke laman ini tanpa disunting sama sekali selain perbaikan pemisahan kata depan dan hurup kapital menurut tata bahasa Indonesia. Dibaca ya, Rio. Hehehe... :-) Yihaa!



Buat Rio Haryanto - Pembalap F1

Apakabar, Rio?

Masih di Merbourne-nya kau?

Ini Bang Pesal yang poto-poto di kantor sama kau bulan lalu.

Saturday, 29 September 2012

Di New York SBY Bingung Ditanya dalam Bahasa Inggris


Foto: Jakarta Globe


"SBY menoleh ke arah Sirleaf dan Cameron, tetapi keduanya tidak berusaha membantu sang presiden"

Lawatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke New York, Amerika Serikat, pekan ini tampak berjalan mulus, meski resolusi antipenodaan agama yang diusulkannya tidak begitu mendapat sambutan meriah di panggung internasional.

Tetapi semua itu buyar ketika terjadi insiden memalukan yang terjadi dalam konfrensi pers, Rabu (26/9) silam.

Seperti yang dilaporkan The Jakarta Post, insiden dimulai ketika digelar konfrensi pers untuk membahas Panel Tingkat Tinggi Setjen PBB tentang Agenda Pembangunan Pasca-2015. Dalam konfrensi pers itu hadir SBY, Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, dan Perdana Menteri Inggris David Cameron, ketiganya adalah pimpinan panel tersebut.

Perhatian mulai tertuju ke SBY ketika seorang wartawan radio Eropa bertanya ke pada SBY, dalam bahasa Inggris, tentang usulan resolusi antipenodaan agama. Alih-alih menjawab, SBY yang dalam pertemuan resmi di Tanah Air pun gemar menggunakan istilah berbahasa Inggris, justru terdiam.

SBY terdiam cukup lama. Seperti yang digambarkan The Jakarta Post, ia sempat menaikan alis matanya, menoleh seperti sedang mencari penerjemah.

Ketika reporter itu kembali mengulang pertanyaannya, setelah sekian lama hening, SBY menoleh ke arah Sirleaf dan Cameron, tetapi keduanya tidak berusaha membantu sang presiden.

SBY akhirnya diselamatkan oleh penerjemahnya menerobos keramaian wartawan dan petugas keamanan untuk membantu sang Presiden.

Sebenarnya banyak pejabat Indonesia yang hadir dalam konfrensi pers itu. Salah satunya adalah Hasan Kleib, Direktur Jenderal Multilateral, Kementerian Luar Negeri, yang berada paling dekat dengan podium, tetapi bukan dia yang membantu SBY malah sang penerjemah yang akhirnya berani naik ke panggung.

Setelah dibantu, SBY baru bisa menjawab pertanyaan itu, meski dia menolak membahas pertanyaan karena menurutnya tidak sesuai dengan topik diskusi itu.

Setelah perisitiwa itu sejumlah jurnalis asing membuat lelucon. Seorang reporter mengatakan "Orang Indonesia memang membingungkan," yang disambut oleh tawa oleh rekan-rekannya yang lain.




Disalin dari: BERITA SATU


Edisi Bahasa Inggris: Yudhoyono gets lost in translation at UN
 


Kembali ke Beranda 

Wednesday, 7 September 2011

NARSIS

paintingsilove.com

Setiap hari seorang pemuda berlutut di tepi danau untuk mengagumi ketampanan dan keindahannya sendiri di tepi permukaan air jernih itu. Ia begitu terpesona oleh dirinya sendiri. Suatu pagi, karena terlampau condong, ia terjatuh dari tepi danau itu dan tenggelam. Di tempat jatuhnya itu, tumbuh sekumtum bunga yang dinamakan "Narcissus". 

uniprot.org
Ketika pemuda tadi mati, dewi-dewi hutan muncul dan mendapati air danau yang segar telah berubah menjadi asin karena penuh dengan air mata. 

"Mengapa engkau menangis?" tanya para dewi itu.
"Aku menangisi Narcissus, " jawab danau.

"Oh, tidak heran bila engkau menangisinya," kata mereka. "Sebab walau kami selalu mencari dia, hanya kau saja yang dapat mengagumi keindahannya dari dekat", lanjut dewi-dewi itu.

"Tapi... benar indahkah Narcissus?" tanya danau.

"Siapa yang lebih mengetahuinya selain dirimu?" dewi-dewi balik bertanya dengan heran. "Di dekatmulah ia setiap hari berlutut mengagumi dirinya," sambung dewi-dewi.

Danau menjadi terdiam sejenak. Akhirnya berkatalah danau itu, "Aku tidak pernah memperhatikan bahwa Narcissus itu indah. Aku menangisinya justru karena aku tidak bisa lagi melihat pantulan keindahanku sendiri di kedalaman kedua kelopak matanya".


Thursday, 30 June 2011

SBY yang serba ketakutan


Aku temukan kementar ini di suatu berita Rakyat Merdeka Online edisi Minggu, 19 Juni 2011


TKI Dipancung, Pemerintah SBY Harus Tanggungjawab! 


Komentator: Si Polan
Kejatuhan SBY - Boediono Hanya Dalam Hitungan Bulan

19.06.2011, 12:03 WIB

Komentator: Si Polan

Foto: rimanews.com


SBY yang serba ketakutan dalam menjalankan pemerintahan sehari-hari mengakibatkan semua masalah menggelembung menjadi besar tanpa bisa diatasi.

Mau naikkan harga BBM takut...
Mau reshuffle Kabinet takut....
Mau mengeluarkan Golkar dan PKS dari Setgab takut...

Mau bertindak kepada perompak Somalia takut...
Mau negosidasi CAFTA takut...
Mau berantas NII takut...

Mau pergi ke Belanda, digertak RMS takut....
Mau menindak Johnny Allen takut...
Mau membongkar Gayus-Gayus lainnya di Dirjen Pajak takut..
Mau membongkar kasus Lapindo, sama Aburizal Bakrie takut...

Mau bongkar Century takut kena diri sendiri...
Mau bongkar kasus IT KPU takut kena diri sendiri...
Mau bongkar rekayasa kasus Antasari Azhar takut kena diri sendiri...

Mau membongkar skandal mark up gedung baru DPR takut kena Parta Demokrat sendiri....

Mau membongkar suap sekretaris Andi Mallarangeng takut kena Parta Demokrat sendiri....

Mau membongkar kasus hibah gerbong Kereta Api dari Jepang takut kena calon besan sendiri...