Showing posts with label Insiden. Show all posts
Showing posts with label Insiden. Show all posts

Tuesday, 5 February 2013

Presiden India menyetujui hukuman mati bagi pemerkosa


Foto: AP
India akan segera menerapkan hukuman yang lebih berat bagi para pelaku pemerkosaan, termasuk hukuman mati. Kabinet pemerintahan India telah meloloskan amandemen undang-undang yang mengatur hukuman berat bagi pemerkosa di negara tersebut.

Upaya ini berawal ketika panel khusus yang ditunjuk oleh pemerintah India berhasil merekomendasikan sejumlah amandemen atau perubahan kepada kabinet. Pengajuan ini dipicu oleh insiden pemerkosaan mahasiswi India di dalam sebuah bus yang melaju di jalanan kota New Delhi pada 16 Desember 2012 lalu.

Korban pemerkosaan berusia 23 tahun akhirnya meninggal dunia. Insiden tersebut menuai kritikan keras dari warga India sendiri dan munculkan gerakan unjuk rasa menuntut keselamatan yang lebih baik bagi kaum wanita di India.

Foto: Showkat Shafi
Foto: Showkat Shafi
Dengan diloloskannya perubahan undang-undang ini oleh kabinet, maka langkah selanjutnya ialah penandatanganan oleh Presiden india Pranab Mukherjee. Tanda tangan Presiden Mukherjee diperlukan agar undang-undang itu bisa segera diterapkan.

Diperkirakan, Mukherjee bisa menandatangani undang-undang ini akhir pekan ini. Selain itu, parlemen juga diwajibkan untuk meratifikasi undang-undang baru tersebut. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu 2 Februari 2013.

Dalam undang-undang yang baru ini, ancaman hukuman bagi pemerkosaan berkelompok diperberat menjadi dua kali lipat. Kemudian, hukuman mati akan diberlakukan terhadap kasus pemerkosaan yang korbannya tewas atau cacat seumur hidup.

"Kami telah melakukan tindakan cepat dan diharapkan langkah ini bisa membuat kaum wanita lebih aman di negara ini. Ini merupakan langkah legislasi yang sangat progresif dan mampu menjawab kekhawatiran warga pasca kasus pemerkosaan yang sangat keterlaluan," ucap Menteri Urusan Hukum India, Ashwani Kumar.

Seperti diatur dalam undang-undang baru ini, hukuman minimal bagi pemerkosaan secara kelompok, kemudian bagi pemerkosaan anak, dan pemerkosaan yang dilakukan oleh aparat polisi ataupun anggota pemerintahan ditetapkan lebih berat, yakni 20 tahun penjara. Dalam undang-undang sebelumnya, perbuatan tersebut hanya terancam 10 tahun penjara. Sedangkan, hukuman maksimalnya adalah hukuman seumur hidup, tanpa adanya pengampunan. Sebelumnya, tindak pemerkosaan biasa di India hanya diganjar hukuman 7-10 tahun penjara. 
Pelanggaran, untuk tujuan hukuman, diklasifikasikan menjadi dua kategori berdasarkan gravitasi, dan hukuman minimal tujuh tahun dan 10 tahun, masing-masing, diperkenalkan.

Sebuah hukuman maksimum 10 tahun itu tetap untuk kategori pertama dan penjara seumur hidup untuk kedua, terdiri dari kasus-kasus yang lebih pedih.

Pemerintah dapat, dengan demikian, baik untuk meningkatkan hukuman dalam kategori kedua menjadi hukuman mati atau mengusulkan kategori ketiga dimana hukuman maksimal akan kematian.

Saat ini, kategori kedua ditentukan dalam Pasal 376 (2) termasuk dalam ambit - pemerkosaan oleh seorang perwira polisi di kantor polisi atau pada seorang wanita dalam tahanan, pemerkosaan oleh pegawai negeri mengambil keuntungan dari posisi resminya, pemerkosaan oleh staf di penjara atau lembaga untuk perempuan / anak-anak, pemerkosaan oleh staf rumah sakit pada wanita di rumah sakit, pemerkosaan seorang wanita hamil, pemerkosaan seorang gadis berusia di bawah 12 dan pemerkosaan geng.
 
"Kami telah melakukan tindakan cepat dan diharapkan langkah ini bisa membuat kaum wanita lebih aman di negara ini. Ini merupakan langkah legislasi yang sangat progresif dan mampu menjawab kekhawatiran warga pasca kasus pemerkosaan yang sangat keterlaluan," ucap Menteri Urusan Hukum India, Ashwani Kumar.

Selain itu, kabinet juga disebut-sebut telah menyusun aturan baru yang mengatur kasus "voyeurism" (mengintip dan penguntitan). Sementara pengacara kriminal Kamini Jaiswal menyatakan bahwa hukuman mati bagi pemerkosa, ia menyorot bahwa menangkap orang yang tepat adalah sama pentingnya.


Sumber: The New Zealand Herald

Versi Bahasa Inggris:  verrykusral's blog

Thursday, 21 June 2012

Pesawat Latih Militer Fokker 27 naas yang gagal mendarat


Pesawat militer Fokker 27 yang terjatuh di atas permukiman (foto: Associated Press)

JAKARTA, Indonesia (AP) - Sebuah pesawat Fokker 27 milik Angkatan Udara Indonesia menghantam sebuah rumah di kompleks perumahan militer dan memicu bola api besar saat berusaha mendarat di Jakarta. Menewaskan para awaknya bersama pilot dan ko-pilotnya yang semuanya berjumlah tujuh orang. Juga menewaskan dua anak dan pengasuh anak mereka di rumah.

Pilot, ko-pilot dan lima orang perserta latih kapal Fokker F-27 itu sedang dalam penerbangan latihan rutin yang  terjatuh di kawasan permuikiman penduduk sekitar 1,5 kilometer (hampir satu mil) dari landasan pacu di mana ia mencoba untuk mendarat, begitu indonesian juru bicara militer mengatakan.

Api merah menyala membumbung beberapa meter ke udara dan kolom besar asap hitam mengepul. Delapan rumah rusak dalam kecelakaan di kawasan timur Jakarta tersebut.

Dua belas orang cedera, dua di antaranya kritis.

"Saya hampir tidak percaya mata saya melihat ada pesawat militer yang jatuh dan menabrak rumah-rumah!." kata Hendra, seorang warga kompleks angkatan udara yang berlari sendirian mendekati lokasi jatuhnya pesawat. "Segera, situasi berubah menjadi kekacauan. Semua warga melarikan diri dengan panik.. Wanita dan anak-anak berteriak histeris."

Ia mengatakan bahwa ia membantu sedikitnya lima orang terluka, sebagian besar dengan luka bakar, ke rumah sakit angkatan udara terdekat.

Enam dari orang di atas kapal pesawat tewas seketika, dan ko-pilot meninggal kemudian saat dirawat di rumah sakit, demikian juru bicara angkatan udara Laksamana Muda Azman Yunus mengatakan.

Pesawat itu pecah menjadi dua bagian karena menghantam rumah-rumah dan terhempas jatuh ke tanah, kata juru bicara angkatan udara Kolonel Agus Sasongko Jati. Tiga orang tewas di tanah dua anak-anak di salah satu rumah, berusia dua dan enam, dan seorang wanita yang bekerja sebagai pengasuh mereka, tambahnya.

Pesawat, yang diproduksi oleh Belanda pada tahun 1958 itu dan telah digunakan oleh angkatan udara Indonesia untuk 35 tahun terakhir dengan 14.900 jam terbang, dinyatakan layak terbang sebelum lepas landas untuk penerbangan pelatihan kedua hari di bawah langit cerah, katanya.

"Tampaknya pilot berusaha mendarat di sebuah sawah di dekatnya," kata Jati yang dikutip The Associated Press. "Tapi tidak jelas apakah itu karena darurat."
Pesawat latih AURI - Fokker 27 (foto: detik.com)
Pesawat naas yang oleng sebelum jatuh (foto: lensaindonesia.com)

Pilot, ko-pilot dan lima orang perserta latih kapal Fokker F-27 itu sedang dalam penerbangan latihan rutin yang  terjatuh di kawasan permuikiman penduduk sekitar 1,5 kilometer (hampir satu mil) dari landasan pacu di mana ia mencoba untuk mendarat, begitu indonesian juru bicara militer mengatakan.

Api merah menyala membumbung beberapa meter ke udara dan kolom besar asap hitam mengepul. Delapan rumah rusak dalam kecelakaan di kawasan timur Jakarta tersebut.

Dua belas orang cedera, dua di antaranya kritis.

"Saya hampir tidak percaya mata saya melihat ada pesawat militer yang jatuh dan menabrak rumah-rumah!." kata Hendra, seorang warga kompleks angkatan udara yang berlari sendirian mendekati lokasi jatuhnya pesawat. "Segera, situasi berubah menjadi kekacauan. Semua warga melarikan diri dengan panik.. Wanita dan anak-anak berteriak histeris."

Ia mengatakan bahwa ia membantu sedikitnya lima orang terluka, sebagian besar dengan luka bakar, ke rumah sakit angkatan udara terdekat.

Enam dari orang di atas kapal pesawat tewas seketika, dan ko-pilot meninggal kemudian saat dirawat di rumah sakit, demikian juru bicara angkatan udara Laksamana Muda Azman Yunus mengatakan.

Pesawat itu pecah menjadi dua bagian karena menghantam rumah-rumah dan terhempas jatuh ke tanah, kata juru bicara angkatan udara Kolonel Agus Sasongko Jati. Tiga orang tewas di tanah dua anak-anak di salah satu rumah, berusia dua dan enam, dan seorang wanita yang bekerja sebagai pengasuh mereka, tambahnya.

Pesawat, yang diproduksi pada tahun 1958 dan telah digunakan oleh angkatan udara Indonesia untuk 35 tahun terakhir dengan 14.900 jam terbang, dinyatakan layak terbang sebelum lepas landas untuk penerbangan pelatihan kedua hari di bawah langit cerah, katanya.

"Tampaknya pilot berusaha mendarat di sebuah sawah di dekatnya," kata Jati yang dikutip The Associated Press. "Tapi tidak jelas apakah itu karena darurat."

Sebuah sumber  lain menyebutkan bahwa kemungkinan pesawat tersebut mengalami gangguan teknis yang tidak bisa diatasi oleh pilot bersma krunya.

Teks berjalan di TVOne mengatakan kotak hitam pesawat naas telah ditemukan, tapi belum ada konfirmasi dari Kolonel Agus Sasongko Jati.

Tim penyelamat menghentikan pencarian korban sampai besok (23/6) untuk yang kemungkinan berada di antara puing-puing hangus satu rumah terbakar.  Sejumlah ambulans tampak diparkir di dalam Kompleks Rajawali angkatan udara.

Kecelakaan itu terjadi setelah sebuah jet Sukhoi penumpang Rusia jatuh bulan lalu ke gunung berapi Indonesia selama penerbangan demonstrasi bagi para calon pembeli, yang menewaskan semua 45 orang di atas kapal.

Berikut nama-nama prajurit yang tewas:

Mayor (Penerbang) Heri Setiawan;
  1. Letnan Satu (Penerbang) Paulus Adi Prakoso;
  2. Letnan Dua (Penerbang) Ahmad Syahroni meninggal di rumah sakit pada pukul 18:30 WIB;
  3. Kapten (Teknik) Agus SW;
  4. Sersan Mayor Sihmulato;
  5. Sersan Kepala Wahyudi;
  6. Sersan Satu Purwo Adianto.

Tiga korban warga sipil:
  1. Martha (67 tahun), ibu dari Mayor (Admistrasi) Yohanes Andi Sosang;
  2. Brian (7 tahun), anak dari Mayor (Admistrasi) Yohanes Andi Sosang;
  3. Melvin (1 tahun), keponakan Mayor (Admistrasi) Yohanes Andi Sosangko 


Wednesday, 10 August 2011

Anders Behring Breivik - Pembunuh di Norwegia Dikenal Sebagai Masonik Pro-Zionis

Oleh Charles Coughlin
Jika terjadi peristiwa teror besar, jangan pernah percaya berita di media-media besar. Curigailah Yahudi-Israel di balik itu semua. Carilah informasi di media-media independen, atau justru media massa milik yahudi, karena di sanalah kemungkinan besar akan ditemukan kebenaran. Hal ini pula yang saya lakukan atas peristiwa pembantaian Norwegia. Dari blognya Philip Marlowe, incogman.net, akhirnya saya menemukan pelaku dan motif pembantaian Norwegia.

Laporan dari media Yahudi internasional, JTA pada 26 Juli lalu menyebutkan, "Tersangka yang telah mengaku sebagai pelaku penyerangan brutal di Norwegia yang menewaskan 98 orang ternyata pengikut gerakan ekstrem kanan anti-Islam sekaligus pro-zionis.… Anders Behring Breivik dituduh telah meledakkan bom mobil di luar kantor pusat pemerintahan Norwegia di Oslo yang menjadi kantor PM Jens Stoltenberg, juga melakukan penembakan yang menewaskan setidaknya 85 anak-anak muda di pulau Utoya yang dijadikan tempat pertemuan politik (untuk mendukung Palestina; blogger).”
 

Media-media massa besar berupaya menggambarkan Anders Behring Breivik sebagai pengikut gerakan ekstrem kanan kulit putih atau neo Nazi. Namun sebaliknya ia adalah pembenci gerakan semacam itu sebagaimana layaknya orang-orang zionis pro-Yahudi. Ia lebih tepat disebut sebagai pengikut neocons, gerakan zionis ekstrem yang kini menguasai politik Amerika dan yang bertanggungjawab atas kampanye perang di Afghanistan dan Irak. Bedanya, ia melakukan sendiri kampanye itu dengan tangannya, sementara pengikut neocons lainnya cukup mengirimkan prajurit dungu ke medan perang.
Referensi:  

Thursday, 30 June 2011

Arab Saudi berhenti pekerjakan TKI


Aksi unjuk rasa mengecam hukuman pancung atas Ruyati di Kedubes Arab Saudi.


Pemerintah Arab Saudi, Rabu (29/6) memutuskan menghentikan semua izin kerja bagi pembantu rumah tangga asal Indonesia dan Filipina.

Keputusan ini diambil akibat berbagai masalah terkait kondisi kerja para pekerja migran dari Asia Tenggara ini.

Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi menegaskan keputusan ini efektif berlaku mulai Sabtu (2/7). Demikian dilaporkan kantor berita Arab Saudi SPA.

"Keputusan ini berbarengan dengan upaya membuka peluang merekrut pekerja rumah tangga dari sumber lain," kata juru bicara Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi Hattab bin Saleh al-Anzi.

Keputusan ini mendahului moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Arab Saudi yang dimulai 1 Agustus mendatang.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Faisol Reza mengatakan pemerintah belum mendapat kabar resmi soal masalah ini.

Pemerintah kedua negara, kata Faisol, sudah kerap bertemu untuk membicarakan soal kelangsungan pengiriman pekerja rumah tangga ke Arab Saudi.



Indonesia siap



"Namun, hingga kita umumkan moratorium pemerintah Arab Saudi belum memberitahukan soal keputusan itu."

Dalam berbagai pembicaraan itu, lanjut Faisol, pemerintah sudah mendengar rumor soal rencana pemerintah Arab Saudi ini. 

"Namun, hingga kita umumkan moratorium pemerintah Arab Saudi belum memberitahukan soal keputusan itu," kata Faisol saat dihubungi BBC Indonesia.

Meski demikian, pemerintah Indonesia sudah siap dengan kondisi seperti ini karena selama sepekan ini Indonesia sudah tidak mengirimkan pekerja migran ke Arab Saudi.

"Pemerintah menganggap moratorium ini langkah yang paling tepat untuk perbaikan sistem ketenagakerjaan," lanjut Faisol.

"Saya kira yang dilakukan pemerintah Arab Saudi adalah bagian perbaikan sistem ketenagakerjaan negara itu," papar Faisol.

Faisol menambahkan menteri tenaga kerja akan memanggil Dubes Arab Saudi untuk meminta penjelasan.

Sumiati, contoh pekerja domestik Indonesia yang mendapat kekerasan di Arab Saudi.

Filipina juga dihentikan

 


Sementara itu, ketegangan soal buruh migran juga terjadi antara Aran Saudi dan Filipina.

Awal tahun ini, pemerintah Filipina meminta agar gaji para pekerja rumah tangga asal negeri itu dinaikkan menjadi AS$400 sebulan dari AS$210 yang mereka terima saat ini.

Selain itu, pemerintah Filipina mendesak agar pemerintah Arab Saudi menjamin para pekerja rumah tangga Filipina mendapat perlakuan yang manusiawi.

Kelompok aktivis hak asasi manusia mengatakan jutaan pekerja rumah tangga dari negara-negara Asia mendapat perlakuan kasar di Arab Saudi dan negara-negara Teluk.

Kondisi ini disebabkan buruknya undang-undang tenaga kerja di negara-negara itu. Bahkan beberapa negara Teluk tak memiliki undang-undang tenaga kerja.

Indonesia dan Filipina adalah dua negara yang paling banyak mengirimkan pekerja rumah tangganya ke Arab Saudi.

Diperkirakan jumlah pekerja rumah tangga asal Indonesia di negeri kaya minyak itu mencapai 1,5 juta orang.