Jumat, 08 Juli 2011

George Terbitkan Buku Cikeas Kian Menggurita


George Aditjondro menerbitkan buku 'Cikeas Kian Menggurita'. Peluncuran buku tersebut digelar di Kantor Penerbit Galang Press, Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (7/7/2011). Dalam bukunya kali ini, George juga mengulas kasus-kasus yang diduga melibatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Buku kedua ini merupakan buku lanjutan sekaligus penyempurnaan dari buku 'Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century'.

Sebelumnya, sekitar setahun yang lalu, Aditjondro menggulirkan buku berjudul 'Gurita Cikeas' yang menjadi kontroversi. Buku itu berkisah mengenai bisnis keluarga dan dugaan skandal korupsi yang melibatkan SBY.

George menjelaskan, kemenangan SBY dan Boediono dalam pilpres 2009 tidak sah. Dalam bab IV buku tersebut, dia membahas mengenai pelanggaran-pelanggaran Pemilu 2009. Pelanggaran-pelanggaran pemilu tahun 2009 itu menjadikan pemilu tidak sah.

"Bab empat menjadi inti seluruh buku. Kemana larinya uang Bank Century dan bailout Bank Century yang triliun rupiah itu. Ada yang lari untuk membiayai pemilu 2009," ujar George.

Buku setebal 203 halaman itu telah dipersiapkan sejak setahun lalu. Buku tersebut berisi enam bab yang diawali sebuah kata pengantar yang ditulis oleh George sendiri.

Bab pertama mengenai terbukanya Kotak Pandora. Bab kedua Oligarki ekonomi, jejaring (cabal) ekonomi politik. Bab ketiga, skandal Bailout Bank century. Bab keempat mengenai pelanggaran-pelanggaran pemilu. Bab kelima simpulan dan bab terakhir atau keenam diberi judul 'So What'.

Dalam penulisannya George menggunakan metode riset triangulasi yakni metode riset melalui studi pustaka, menemukan kliping-kliping koran yang relevan. Selanjutnya surfing di internet untuk menemukan berita-berita lama maupun berita terbaru tentang topik yang diteliti.

Selain itu dia juga melakukan wawancara dengan para pakar dan informan tentang topik yang diteliti. Dia juga mewawancarai politisi Partai Demokrat. Menurutnya buku ini sekaligus menjawab banyak pihak yang meragukan metodologinya. Dia pun menegaskan siap menanggung resiko yang ditimbulkan bukunya ini.

Sementara itu pimpinan Galang Press, Julius Felicianus mengatakan buku kedua akan dijual dengan harga Rp 50 ribu per eksemplar. Buku tersebut sudah siap edar di jaringan toko buku. Namun, buku kedua ini juga kembali tidak dijual di Toko Buku Gramedia. Dia memperkirakan buku ini tidak akan dibajak karena sudah disebar ke seluruh Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Semoga bermanfaat!

Popular Posts