Senin, 20 Juni 2011

Bukti Forensik Menunjukkan Wabah E.Coli Eropa Superbug adalah Senjata Biologis

 
E.coli. foto: en.wikipedia.org

Bahkan saat para vegetarian menyalahkan wabah itu sebagai permainan jahat yang sekarang sedang menyerang Uni Eropa. Tempat strain super resisten E.coli menyerang warga dan mengisi rumah sakit di Jerman. Sampai sekarang hampir tidak ada yang membahas bagaimana E.coli secara ajaib kabal terhadap delapan golongan obat antibiotic yang berbeda lalu tiba-tiba muncul dalam suplai makanan.

varian E.coli ini merupakan keluarga dari strain O104, yang biasanya secara normal tidak pernah resisten dari antibiotik. Agar strain ini mampu kebal, bakteri tersebut harus secara berulang-kali diekspos antibiotic untuk menciptakan “mutation pressure.”

Jadi jika ingin mngetahui asal-usul strain tersebut, Anda pada dasarnya dapat membalik kode genetik E.coli dan menentukan dengan cukup akurat antibiotik mana yang mengekspose bakteri tersebut selama perkembangannya. Langkah itu sekarang telah dilakukan (lihat daftar di bawah), dan jika memperhatikan decoding genetik strain O104 yang sekarang mengancam konsumen rumah makan di Uni Eropa, gambaran menarik muncul soal bagaimana ia muncul.


Kode Genetik Mengungkap Sejarahnya E.Coli

Ketika ilmuwan Jerman dari Robert Koch Institute berhasil memetakan kode genetik dari O104, mereka mendapati bakteri itu mampu bertahan dari kelompok maupun kombinasi antibiotika berikut ini :

• penicillins
• tetracycline
• nalidixic acid
• trimethoprim-sulfamethoxazol
• cephalosporins
• amoxicillin / clavulanic acid
• piperacillin-sulbactam
• piperacillin-tazobactam

Sebagai tambahan, strain O104 memiliki kemampuan memproduksi suatu enzim khusus yang membuatnya disebut dengan “bakteri super power” yang secara teknis sebagai ESBL :

“Extended-Spectrum Beta-Lactamases (ESBLs) adalah enzim yang diproduksi oleh bakteri dan membuatnya kebal terhadap cephalosporins, seperti cefuroxime, cefotaxime, dan ceftazidime, yang kebanyakan biasa digunakan di semua rumah sakit,” jelas pejabat dari Health Protection Agency di Inggris (http://www.hpa.org.uk/Topics/InfectiousDiseases/InfectionsAZ/ESBLs/

Di atas itu, strain O104 ini memiliki dua gen: TEM-1 dan kotri-M-15, yang "telah membuat bergidik dokter sejak tahun 1990," laporan The Guardian http://www.guardian.co.uk/commentisfree/2011/jun/05/deadly-ecoli-resistance-antibiotic-misuse Dan mengapa mereka membuat merinding dokter? Karena mereka sangat mematikan, banyak orang yang terinfeksi dengan bakteri itu seperti mengalami kegagalan organ kritis dan mati dengan cepat.


Bioengineering Superbug Mematikan

Jadi bagaimana tepatnya, apakah sebuah strain bakteri menjadi ada dan resisten terhadap lebih dari selusin antibiotik di delapan kelas obat yang berbeda dan memiliki dua mutasi gen mematikan ditambah kemampuan enzim ESBL?

Benar-benar hanya ada satu cara ini bisa terjadi (dan hanya satu arah) : Anda harus mengekspos strain E.coli ke semua delapan golongan obat antibiotik. Biasanya hal ini tidak dilakukan pada saat yang sama, tentu saja:

Anda pertama-pertama mengekspos strain terhadap penisilin dan menemukan koloni hidup yang resisten dari penisilin. Anda kemudian mengambil koloni mereka yang masih hidup dan mengeksposnya ke tetrasiklin. Koloni yang bertahan sekarang resisten terhadap penisilin maupun tetrasiklin. Anda kemudian mengekspos mereka untuk obat sulfa dan mengumpulkan koloni yang selamat dari itu, dan seterusnya. Ini adalah proses seleksi genetik yang dilakukan di laboratorium dengan hasil tertentu yang diinginkan. Cara ini pada dasarnya sama seperti bagaimana beberapa bioweapons direkayasa oleh Tentara AS dalam fasilitas laboratorium di Ft. Detrick, Maryland (http://en.wikipedia.org)

Walaupun proses sesungguhnya lebih rumit, intinya adalah : proses rekayasa strain E.coli yang kebal dari delapan kelas antibiotik, memerlukan pengulangan dan terus-menerus mengekspos ke antibotik-antibiotik tersebut. Hampir tidak mungkin untuk membayangkan bagaimana hal ini bisa terjadi secara alamiah. Misalnya, jika bakteri ini berasal dari makanan (seperti yang kita telah diinformasikan), maka dari mana bakteri itu mendapatkan semua ini resistensi antibiotik mengingat fakta bahwa antibiotik tidak digunakan dalam sayuran ?

Ketika mempertimbangkan bukti genetika yang sekarang kita hadapi, sulit untuk membayangkan bagaimana ini bisa terjadi "di alam liar." Jika resistensi terhadap antibiotik tunggal adalah masih bisa dipandang wajar, penciptaan strain E.coli yang tahan terhadap delapan kelas antibiotik berbeda - dalam kombinasi – benar-benar menentang hukum permutasi dan kombinasi genetik di alam liar. Secara sederhana, strain superbug E.coli ini tidak mungkin tercipta di alam liar. Dan hanya satu penjelasan dari mana ia sebenarnya datang dari laboratorium!


Direkayasa Kemudian Dilepaskan ke Alam Liar

Bukti sekarang menunjukkan strain mematikan E.coli ini telah direkayasa dan kemudian dilepaskan ke dalam suplai makanan atau entah bagaimana “melarikan diri” dari laboratorium dan memasuki pasokan makanan secara tidak sengaja. Jika Anda tidak setuju dengan kesimpulan ini, maka Anda “terpaksa” menyimpulkan bahwa superbug ini octobiotic - kebal terhadap delapan kelas antibiotic, berkembang sendiri secara acak. Dan kesimpulan yang jauh lebih menakutkan daripada kecurigaan adanya faktor "bioengineered," yaitu superbug octobiotic dapat muncul tiba-tiba di manapun setiap saat tanpa memerlukan alasan. Teori yang eksotis.

Simpulan saya sebenarnya jauh lebih masuk akal: strain E.coli ini hampir pasti direkayasa dan lalu dilepaskan ke dalam suplai makanan untuk tujuan tertentu. Apa tujuannya? Saya pikir sudah jelas, dan anda telah tahu.

Seluruh permasalahan, reaksi, dan solusinya telah diatur. Pertama, ciptakan permasalahan: strain mematikan E.coli dalam suplai makanan. Kemudian tunggu reaksi publik: kepanikan dan protes massal ketika populasi terteror E.coli. Menanggapi itu, berlakukan solusi yang diinginkan : total kontrol atas pasokan pangan global dan pelarangan kecambah mentah, susu mentah dan sayuran mentah.

Tentang itulah semua ini. FDA (BPOM-nya Amerika) mengandalkan pada fenomena yang sama di Amerika Serikat ketika akhir-akhir ini mendesakkan " Undang-Undang Keamanan Modernisasi Pangan/Food Safety Modernization Act" yang pada dasarnya melarang peternakan organik kecil kecuali mereka menjilat para regulator FDA. FDA mampu menghancurkan kebebasan pertanian di Amerika dengan membonceng ketakutan luas atas wabah E.coli dalam pasokan makanan AS. Ingat, ketika orang takut, itu tidak sulit membuat mereka setuju terhadap hampir setiap tingkat peraturan tirani. Dan membuat orang takut terhadap makanan mereka adalah hal yang sederhana : tekan beberapa pemerintah mengeluarkan email ke mainstream media berita mengenai semua yang diperlukan.


Tambahan Perkembangan Wabah E.coli

• Sejauh ini dilaporkan 22 orang tewas, 2.153 sakit dan kemungkinan akan mengalami gagal ginjal.
• Kementrian Pertanian di Jerman mengatakan bahwa walaupun mengetahui sumber wabah adalah tunas-tunas pertanian di Jerman, mereka masih belum mencabut peringatan bagi warga untuk tidak memakan tomat dan selada. Dengan kata lain, Tetaplah membuat orang takut !
• "Varian E.coli Jerman, yang dikenal sebagai O104, adalah hibrida dari jenis yang dapat menyebabkan diare berdarah dan kerusakan ginjal, atau disebut 'sindrom hemolitik uremik'." (http://www.independent.ie)
• Sebanyak sepuluh negara Eropa telah melaporkan wabah strain E.coli ini, sebagian besar dari penderita adalah orang-orang yang telah mengunjungi Jerman utara.
• Cerita berikut ini dalam bahasa Jerman, dan petunjuk bahwa wabah E.coli mungkin serangan teroris. (http://www.aerztezeitung.de/medizin/krankheiten/infektionskrankheiten/magen-darminfekte/article/657699/ehec-rki-behoerde-kritik.html). Yah, serangan teroris oleh perusahaan obat pada orang yang tidak bersalah, seperti biasa… seperti sebelumnya H5N1, H1N1, Antrax…


Jika masyarakat berhasil ditakut-takuti dari sayuran segar atau bahkan melarangnya, maka seluruh populasi dapat dipaksa menerima produk-produk makanan diet ataupun makanan olahan yang berpotensi menyebabkan penyakit degeneratif, sekaligus menggelembungkan laba perusahan-perusahan obat besar.


Ini semua bagian dari agenda yang sama, perhatikan: buat orang-orang sakit, larang mereka dari pengobatan dan suplemen herbal, lalu kartel medis global meraup keuntungan dari penderitaan publik.


GMO (Genetically Modified Organism ) memainkan peran serupa dalam hal ini. Mereka menciptakan makanan yang terkontaminasi dengan kode-kode genetic yang menyebabkan infertilitas pada manusia. Walaupun sebagian orang masih mampu bereproduksi setelah terekspos GMO, mereka masih menderita penyakit degeneratif yang memperkaya perusahaan-perusahan obat dengan proyek terapi.


Apakah anda ingat negara mana yang menjadi target ketakutan wabah E.coli ini ? Spanyol ! Mengapa Spanyol ? Mungkin anda ingat bocoran kawat diplomatik yang dimuat Wikileaks bahwa Spanyol menentang pengenalan GMO terhadap sistem agricultural mereka. Bahkan pemerintahan AS secara rahasia mengancam membalas penolakan Spanyol terhadap GMO. (http://www.naturalnews.com/030828_GMOs_Wikileaks.html)

Itulah cerita riil di belakang pembinasaan ekonomi petani sayuran Spanyol. Salah satu sub plot yang sedang dirampungkan sepanjang wabah superbug e.coli ini.

Makanan Sebagai Senjata Diciptakan Industri Farmasi

Penjelasan yang paling masuk akal yaitu strain e.coli merupakan hasil rekayasa biologis industri farmasi besar di dalam labnya. Siapa lagi yang memiliki akses ke semua jenis antibiotis maupun peralatan yang diperlukan untuk menghasilkan mutasi ribuan koloni bakteri e.coli? Secara unik, perusahan-perusahaan farmasi besar berada dalam posisi eksekutor plot sekaligus meraup keuntungan darinya. Dengan kata lain, mereka memiliki maksud dan motif kuat untuk melakukan hal sekeji itu.


Di samping perusahaan obat, barangkali hanya regulator penyakit infeksi ini yang mempunyai laboratorium dengan kapasitas macam di atas. CDC, sebagai contoh, mungkin bisa melakukan rekayasa mutasi e.coli jika mereka benar-benar menginginkannya.


Bioweapons dalam makanan Anda

Tetapi dalam kasus manapun, kebenaran yang sederhana yaitu bahwa dunia kini menghadapi suatu jaman baru strain bakteri superbug global yang tidak bisa diperlakukan dengan teknologi farmasi manapun yang diketahui. Sebenarnya, bakteri superbug e.coli itu tetap bisa dibunuh dengan perak koloidal, yang mana itulah mengapa FDA dan regulator kesehatan dunia dengan licik telah menyerang perusahaan perak koloidal semuanya tahun ini : Mereka tidak dapat membiarkan banyak orang memilih antibiotika alami yang benar-benar bekerja. Hal itu akan mengalahkan seluruh tujuan mereka, yaitu membuat semua orang tetap sakit.


Bahkan sesungguhnya, strain e.coli superbug ini dapat sungguh dapat diobati dengan suatu kombinasi penuh spektrum antibiotika alami dari tumbuhan seperti bawang putih, jahe, bawang dan bahan-bahan herbal lainnya. Lebih penting dari itu, probiotics dapat membantu saldo bakteri dalam pencernaan yang akan " mendesak" e.coli yang mematikan. Suatu sistem kekebalan dan sistem pencernaan yang berfungsi dengan baik, dapat melawan infeksi e.coli superbug. Tetapi, itulah fakta penting yang masyarakat medis tidak ingin anda mengetahuinya. Mereka lebih menyukai anda tetap sebagai korban tanpa daya yang berbaring di rumah sakit, menanti untuk mati, dan tidak ada pilihan pengobatan alternatif yang tersedia. Itulah "pengobatan modern" untuk anda. Mereka menyebabkan masalah yang mereka klaim akan ditangani, dan kemudian mereka tidak akan genap menangani anda dengan pengobatan yang benar-benar bekerja cepat.


Hampir semua kematian yang dihubungkan dengan wabah e.coli sekarang ini sebenarnya sanagt mudah dan dapat dihindarkan. Ini adalah kematian orang-orang yang tidak tahu. Tetapi lebih lagi, mereka adalah korban dari jaman baru food-based bioweapons yang dilepaskan dengan baik oleh suatu kelompok ilmuwan gila maupun suatu agenda yang dikendalikan institusi yang telah mengumumkan peperangan atas populasi manusia.


0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Semoga bermanfaat!

Popular Posts