Senin, 02 Agustus 2010

Tyasno Sudarto: SBY bermasalah!

Tyasno Sudarto: SBY bermasalah!

Monday, 02 August 2010 02:12    PDF Print E-mail

Warta
DIAN WULANSARI SITUMORANG
WASPADA ONLINE

 

















JAKARTA - Sejumlah kalangan di tengah masyarakat mulai geram dengan Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono. Alasan utamanya dikarenakan perfoma pemerintah yang dinilai tidak memuaskan rakyat dan kepemimpinan SBY yang kurang bertanggung jawab.

Banyaknya permasalahan yang terjadi belakangan ini menjadi faktor keresahan masyarakat belakangan ini. Kritik keras dan tajam pun berdatangan dari berbagai arah. Salah satu kritik itu dilontarkan seorang jenderal purnawirawan bintang empat, yang pada era Soeharto sangat berpengaruh.

Mantan kepala staf TNI-AD (KASAD), Jenderal (pur) Tyasno Sudarto, menegaskan bahwa  ketidakpuasan masyarakat saat ini sangat bergantung pada keseriusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam memimpin. Khususnya pengambilan keputusan tegas dalam berbagai persoalan.

Kepada Waspada Online, Tyasno menyayangkan kinerja SBY yang belakangan ini mengecewakan rakyat, dan bahkan membuat rakyat muak dengan sikapnya. Salah satu faktor yang menyebabkan kekecewaan itu adalah keresahan masyarakat terhadap kinerja Polri yang dinilai banyak kejanggalan dan rekayasa. Khususnya dalam penanganan kasus-kasus tertentu.

"Ini adalah bentuk protes masyarakat terhadap kinerja Polri yang lamban dalam mengungkap kasus. Masyarakat kan hanya meminta keadilan dan kebenaran. Dan Presiden pun membiarkan ini terjadi dan tidak serius menanganinya," tegas Tyasno, tadi malam.

Tentu, menurutnya, hasil kerja Polri saati ini jauh dari maksimal, karena kepolisian tidak betul-betul menegakkan keadilan. "Saya mengatakan ini berdasar fakta. Presiden menggunakan hukum sebagai alat kekuasaan. Penegak hukum dia gunakan sebagai benteng!" tegasnya.

"Disini dia gunakan kejaksaan, kepolisian, kehakiman untuk membentengi kekuasaanya. Akhirnya, hukum tidak lagi berdasar pada keadilan dan kebenaran. Ini pula yang akhirnya membuat kinerja kepolisian kita melenceng, tidak lagi berdasar pada keadilan dan kebenaran," kata Tyasno dengan nada tegas.

Penyimpangan fungsi Polri seperti ini salah. Kesalahan ini tentu ada pada Presiden, menurutnya. "Dia memakai kekuasaan itu untuk membantai lawan-lawan politiknya yang sekiranya akan menjatuhkan dia sekarang. Atau yang sekiranya akan menjatuhkan dia pada pemilu selanjutnya," katanya.

"Ya kita lihat saja contohnya, kasus century, itu kan ditutup-tutupi seolah-olah tidak mau diusut. Tiba–tiba sekarang ada pernyataan dari kader partainya yang minta kasus ini ditutup. SBY bermasalah sekali dalam banyak kasus," tegas Tyasno lagi.

Kritikan tajam lainnya dilontarkan analis politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Taufan Damanik. Menurutnya, watak asli SBY yang dulu terlihat sangat bijaksana dan berwibawa, kini mulai redup.

“Aslinya mulai kelihatan. Kalau dulu terlihat yang baik-baiknya saja, itu karena dia memang harus memenangkan hati rakyat. Tapi sekarang sudah jadi pemimpin, sikap feodalnya, keinginan untuk dipuja-puja, terlihat semua,” ungkap Taufan, kepada Waspada Online.

Presiden sekarang, lanjutnya, tidak bisa mengambil keputusan yang bijak bagi rakyatnya. “Presiden kita ini lebih mentingkan gaya tanpa ada aksi. Sudah gitu malah menyalahkan media pula,” katanya.

Taufan berharap adanya perubahan dari SBY, khususnya setelah banyaknya kritik dari masyarakat. “Semoga ada perubahan, presiden harus menggerakkan kabinetnya untuk mengusut semua permasalahan yang timbul di masyarakat. Khusus untuk masalah tabung gas, harap segera ditarik, jangan tunggu ada orang mati lagi," Taufan berharap.

Editor: SATRIADI TANJUNG
(dat04/wol)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Semoga bermanfaat!

Popular Posts